"Haii.. gue Iqbaal dhiafakhri ramadhan. lo bisa panggil gue iqbaal" , ucap iqbaal sambil memberikan tangan nya untuk bersalaman.
"Hai jg.. aku rena! Salam kenal ya" , rena membalas tangan iqbaal.
"Kyaa.. dia mengajakku berkenalan! Syukurlah dia baik hati." , lega hati rena mendapati iqbaal yang baik.
****
-Kantin-
Iqbaal dan rena makan berdua di kantin. Beberapa murid lain terutama perempuan melirik mereka berdua, terkadang sambil berbisik, ada juga yang melihat rena dengan sinis. Rena yang menyadari hal itu pun bertanya pada iqbaal.
" baal.. kok kayaknya yang lain pada liatin kita ya? Malah ada yang liat nya sinis banget lagi ke aku"
Iqbaal pun menyadari hal itu.
"Ah biasa lah mereka iri sama lo soal nya lo bisa makan bareng gue. Secara gitu gue kan cowo populer di sekolah ini, udah cakep, pinter,baik, ketua basket kurang apa lagi coba" , puji iqbaal terhadap dirinya sendiri.
" Oh ya?? waah beruntung dong aku bisa makan sama kamu! ga salah ternyata bayangan ku selama ini ke kamu..", rena terkagum-kagum pada iqbaal.
"Ha? selama ini? kan lo baru ketemu gue hari ini", iqbaal pun bingung dengan perkataan rena.
"Eh iaa yaa.. ya udah lupain aja,, hehehe" , jawab rena.
"Yee dasar aneh lo!", iqbaal pun menyentik jidat rena.
"Aww.. sakiitt", rena meringis kesakitan memegang jidat nya sambil memanyunkan bibirnya.
"Ah.. fiuh.. keceplosan kan renaa.. dasar..untung aja ga ketauan ma iqbaal kalo aku udah tau dia dari dulu.hihi
Flashback rena off
Iqbaal dan rena sedang duduk di lantai bersandar pada tembok di ruang perpustakaan.
"Rena.." , panggil iqbaal
"Hm,,?", sahut rena yg sdg membaca buku
"Ih kok hm doang sih jutek amat" , iqbaal mengernyitkan alisnya dan mengerucutkan bibirnya.
Rena pun menutup buku yang dia baca.
"Hah.. iyaa iyaa.. napa iqbaal ku??" , rena mencubit pipi nya iqbaal
"Hehe.. gpp" , iqbaal memperlihatkan senyumnya yang lebar
"Lah..gimana sih..anehh!" Rena bingung
"Hahaha.. joke beb.. aku mau ajak km ketemu mama aku.. mama aku pasti seneng liat km lagi!"
"Eh? Ketemu mama km? Serius?"
"Iya lah serius.. juga mama ku kan kenal km, walau kamu lupa sama mama aku.. mau yaa?? Mama ku yg suruh nii.." , iqbaal memelas dengan puppy facenya
"Ehm.. ya udh deh.. sekalian..." rena mengangguk
"Sekalian apaan?" Iqbaal tidak mengerti maksud rena.
Rena mendekatkan wajahnya ke hadapan iqbaal. Mata rena menatap lekat mata iqbaal. Iqbaal kaku seperti patung mata nya membesar.
Rena tetap mendekat sehingga jarak mereka mngkin hanya 3 cm. Sangat dekat bukan untuk...? Hihi
"Eh..ee..re..ren..beb..ka..kamu mau, apa?" Iqbaal terlihat gugup.
Rena mendekat.. lalu iqbaal memejamkan matanya erat-erat.
Lalu...
Rena membelokan wajah nya tepat di samping telibga iqbaal.
"Sekalian... mencari restu dari calon mertua~" bisik rena.
"Fuh~ hihi".. rena iseng meniup telinga iqbaal
Iqbaal yang terkaget langsung membuka matanya sambil memundurkan badannya dan memegang telinganya yang ditiup rena. Tapi karena kagetnya iqbaal membuat iqbaal menghantam tembok sandarannya saat dia memundurkan badannya.
"Aw!.. ah.. sakitt" ringis iqbaal
"Lah km ngapain tiba2 mundur gitu lagian..geli ya telinganya? Hahaha.." , rena tertawa
"Eh..ini garagara kamu tau.. sakit nih.. sp suruh km tbtb mendekat seperti ituu, trnyata malah mau bisikin aku itu!" Iqbaal mengeluselus punggungnya.
"Hey.. mang kamu pikir aku mau apa? Pake tutup mata segala lagi..pikir yang gak gak yaaa??? Dasarrr genit!" , rena menggoda iqbaal lalu memeletkan lidahnya.
Iqbaal menatap tajam rena.
(Bukan tajam karena marah, tapi menatap tajam cool gitu yang serius gitu deh..semoga para readers mengerti)
"Kenapa km natap aku seperti itu?"
Iqbaal lalu mendekati rena seakan membawa rena bersandar ke tembok.
"Ngapain dehh..haha" , rena yang merasa iqbaal mendekat lalu mencoba untuk bangun.
Tapi tertahan, karena tangan iqbaal dengan cekatan menghalangi rena.
Posisi mereka:
Rena bersandar ditembok, iqbaal di depan rena dengan ke 2 tangan nya bersandar di tembok seakan untuk menjaga rena agar tidak kabur.
"Ap..apaan si baal..udah ah..wkwk" , rena mencoba bercanda.
Iqbaal hanya memasang muka serius dan terus menatap mata rena dengan dalam.
"Aku..ga suka cara kamu tadi" , ucap iqbaal.
Rena langsung gugup, "eh..so..sorry..ak kan cuma mau bercanda aja..sorry lah baal..udah ya minggir dong", rena memelas.
Iqbaal tetap pada posisinya,
"Kamu membuat kesalahan besar rena..harusnya kamu tidak mencoba memancing kucing dengan ikan.. kamu tahu?? Saat kamu mencoba memberi kucing seekor ikan, dan saat kucing ingin meraihnya kamu manarik kembali ikan itu? Kucing itu akan menerkammu untuk mengambil ikan itu!" Iqbaal tersenyum sinis.
Rena hanya bisa mematung, pikiran rena mulai kacau.
"Dan sekarang, aku adalah kucing tersebut, kamu tau apa yang akan aku lakukan?"
Rena menggeleng. Iqbaal semakin mendekat lalu menempelkan dahinya ke dahi rena.
"Hm??" Guman iqbaal dengan senyumnya.
Lalu hidung iqbaal menyentuh hidung rena.
Rena memejamkan mata nya erat-erat, menelan ludah, membahasi bibirnya, mengigit bibir bawahnya sekilas dan sedikit menundukkan kepalanya.
Iqbaal dengan cepat mengarah ke telinga rena,
"Good luck..semoga mendapat restu dari calon mertuamu beb.." , iqbaal berbisik di telinga rena.
Rena langsung membuka matanya, dia melotot pada iqbaal.
"Hm? Why beb? Kamu mikir yang aneh-aneh ya? Ternyata rena ku genit yaa" , iqbaal menyentil dahi rena.
"Aw..sakit..ih jahatt bangett siiii baal..huh!" , rena menhentakkan kaki kanannya ke lantai sambil mengusap jidatnya yang sakit.
"1-1..ahahha" , tawa iqbaal lalu berbalik berjalan meninggalkan rena.
"Huh.. awas aja nanti aku bales!" , rena mengembungkan pipinya lalu berjalan mengikuti langkah iqbaal di belakang.
Tiba-tiba iqbaal menghentikan langkahnya sehingga membuat rena menabrak punggung iqbaal.
"Ihh.. kok tbtb berhenti sihh.. jadi naa...."
Iqbaal langsung berbalik melingkarkan tangan kanannya di leher rena dan tangan kiri iqbaal di saku celananya, lalu dengan cepat iqbaal mengecup dahi rena.
"Brakk..kaan..." , rena melanjutkan kata-katanya yg terpotong dengan pelan.
Lalu iqbaal pergi meninggalkan rena dan keluar dari perpustakaan.
#rena POV
Aku masi mematung di tempat aku berdiri. Pikiranku melayang terbang tanpa arah tujuan. Aku mengedipkan mataku beberapa kali. Iqbaal.. iya iqbaal.. tadi dia, mencium dahi ku (?) . Sudut bibirku pun terangkat tanpa kusadari.
"Kyaaaa... so sweet.. gila.. aku bisa meleleh..di cium di jidat aja sebahagia ini..apalagii..... kyaaaa!!!!"
Rena melompat-lompat bahagia. Lalu dia keluar dari perpustakaan dengan hati gembira. Sangat gembira.
#iqbaal POV
Deg..deg... gue udah di luar perpus.. jantung gue.. masi deg degan gini..gila....
Hah.. tadinya si sempet terlintas di otak gue untuk kiss si rena, tapi untung gue masi bisa nahan diri.. tapi ya gitu deh.. gue jadi reflek malah kiss dahinya rena.. well, kalo sekedar dahi gpp lah ya.. teehee
Inget muka rena td yang langsung merah, cute bgtt.. hahaha #cuteness overload #veryover
...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar