Hari sekolah berjalan seperti biasa, terlihat rena dan iqbaal sedang duduk berdua dan berbincang di kelas. Lalu seseorang menghampiri mereka, orang itu adalah Bastian.
"Hoii baal, ren! ciee berduaan terus lo berdua." goda bastian melihat iqbaal dan rena saat itu.
"Oi bas! Ah lo ganggu aja nih gue lagi berduaan ma rena." balas iqbaal sambil menyenggol tangan bastian. Rena mendengar itu hanya tersipu malu.
"Sorry brother.. eh gue mau ajak lo berdua jalan nih. Kan kita udah selesai ujian, so pasti bentar lagi kita libur dong.. nah gue mau ajak kalian ke puncak nginep di villa gue, gimana? mau ga?"
"Hm siapa aja yang ikut??"
"Yah ada gue pasti nya, cewe gue Thalia, dan temen-temen kita yang lain."
"Oh boleh-boleh aja si gue, tapi gatau nih anak satu." Iqbaal menyikut tangan rena
"Ah aku si ikut aja" bales rena
"Rena mah ikut aja yah asal ada iqbaal, eaaak cieehh." Bastian menggoda rena sambil mencolek dagu rena.
"Eh apaan ga gitu kali!" muka rena pun memerah mendengar godaan bastian
"alah ngaku aja deh, kalo gue ga ikut juga pasti lo gamau kaaann..??" goda iqbaal dengan mata melirik rena sambil tersenyum nakal.
"Ih udah ah, aku ga jadi ikut nih kalo di godain mulu." rena pun cemberut
"ciee betee,, iaa deh ga di godain lagii." ucap iqbaal sambil mencubit pipi rena.
"Ehem ehem, , udah ahh gue gamau jadi nyamuk, duluan yee.. jangan lupa besok ketemu di rumah gue, nanti kita ke puncak naik mobil gue aja ada supir gue yang nyetir,, byee" tutup bastian lalu meninggalkan rena dan iqbaal di kelas.
****
Hari sabtu telah tiba. Hari ini cerah, matahari pun tidak terlalu terik. Di rumah bastian semua sudah berkumpul.
"Haii renn!" Sapa salah seorang cewe.
"Hai thalia.. ga sabar yah liburan ke puncak.. aku lom pernah nih ke sana."
"Eh ia? Wah lo pasti suka.. apalagi villa nya babas lumayan lah..", jelas thalia yaitu pacar nya bastian
"Iaa.. wih.. okee seru nih. Hihi."
"Oh iaa ren.. nih kenalin temen gue dinda sama anna."
"Haii.. dinda"
"Halo..gue anna"
"Haii.. aku rena", balas rena.
Mereka pun masuk mobil van dan berangkat ke puncak. Rena dan iqbaal duduk berdua bersebelahan. Di perjalanan iqbaal menawarkan rena untuk mendengarkan lagu bersama.
"Mau denger lagu?"
"Boleh"
Iqbaal memutar lagu ciptaan nya yang dia buat dengan gitar kesayangan dia. Rena yang mendengar lagu itu sangat terkesan karena lagu tersebut sangat bagus. Iqbaal melihat raut muka rena yang menikmati lagu nya merasa senang. Lagu itu sebenarnya dibuat iqbaal sambil memikirkan rena.
Tibalah mereka di puncak. Pemandangan di sana sangat indah, suasana yang nyaman dan sejuk, villa bastian juga terlihat nyaman untuk di tinggali walau tidak terlalu besar. Semua mulai mengangkut barang-barang bawaan dari mobil masuk ke dalam villa.
****
Setelah beres-beres barang bawaan di kamar masing-masing, rena dan iqbaal memutuskan untuk berjalan-jalan melihat pemandangan yang indah, menikmati udara yang sejuk. Mereka pun duduk di atas rumput suatu bukit.
"Hmm haaaah,, sejuknyaaa..." rena menghirup udara segar disana sambil menutup matanya.
"iaa sejuk banget udara disini, minim polusi juga ga seperti di kota penuh asap kendaraan, macet, berisik." ucap iqbaal tersenyum sambil memandangi langit.
" Betul tuh, di sini tenang rasanya damai tinggal disini." ucap rena yang masih menutup matanya.
"Yah apalagi sama kamu" balas iqbaal dan langsung menoleh ke rena. Rena pun membuka mata nya dan menatap iqbaal.
Mereka terdiam sesaat sambil bertatapan.
"A.. sama lo soal nya ada yang bisa di isengin." Iqbaal tersenyum dan mencubit pipi rena
"Yee dasarr,, kiraain aku apaa" sambil mengelus pipinya yang habis di cubit iqbaal.
"Haha.. mang lu mikir apa?? hayoo kegeeran lu yaa??" Iqbaal pun mulai menggoda rena
"Apaan gaa laah." rena pun menyikut lengan nya iqbaal. Iqbaal hanya tertawa melihat tingkah rena.
Mereka terdiam sesaat, iqbaal melanjutkan menikmati indahnya pemandangan di depan matanya.
Setelah hening beberapa lama, rena memulai pembicaraan.
"Baal.."
"ha? napa?"
"Kamu punya cewe yang kamu suka ga saat ini??"
"Hahaha,, apaan si lo tiba-tiba tanya tentang ini.." baal pun tertawa
"Yee gpp lah.. sebagai sahabat kamu kan boleh dong ak tau.."
Iqbaal pun menatap rena. Rena masih terus menatap ke depan melihat pemandangan.
"Hm yaa ada.." iqbaal kembali menatap ke depan.
"Kalo lo sendiri?? Ada?" tanya iqbaal
"Iyaa ada.."
"Oh.. siapa tuh? gue kenal ga??"
"Kamu kenal kok sama dia kok"
"Orang nya gimana? baik ga?" tanya iqbaal mulai penasaran
"Dia baik, perhatian, lucu lagi" rena menjawab sambil tersenyum
"Oo hahaha.. siapa tuh? cerita-cerita dong" iqbaal terlihat agak cemburu mungkin (?)
"Inisialnya I "
Iqbaal langsung nenatap rena.. Iqbaal berpikir apakah orang itu dia?
" Apa? kamu mikir itu kamu ya? cieeh kegeeran..hahaha" rena langsung tertawa dan memeletkan lidahnya
"Yee siapa juga yang kegeeran..enak aja" ibaal ikut tertawa.
"... kalo cowo itu kamu, gimana??"
Iqbaal menatap rena..
"Ah lo mah bercanda mulu ren.." iqbaal tertawa sambil mengacak-acak rambut rena. Tapi rena hanya menunduk saat iqbaal mengacak rambutnya. Melihat tingkah rena menarik tangan nya dari rambut rena. " Ren..? " panggil iqbaal
"Baal aku sayang sama kamu" rena masih menundukan kepalanya
Iqbaal terpaku mendengar pernyataan rena dan hanya bisa menatap rena.
Rena pun menatap iqbaal...
"Aku sayang sama kamu baal.. sejak dulu aku sudah jatuh cinta denganmu..."
Deg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar