"Aku sayang sama kamu baal, sejak dulu aku sudah jatuh cinta denganmu..."
Mereka terus saling bertatapan. Iqbaal juga tidak merespon.
"Baal.. kamu juga su.."
"Renaa..." iqbaal menyela pembicaraan rena
"Maaf...." iqbaal menunduk saat itu
Rena mendengar kata maaf dari iqbaal terdiam.
"..... baal? ke,, napa??"
"Maaf ren.. gue ga bisa" iqbaal masih menunduk, iqbaal tidak bisa menatap wajah rena saat ini.
Rena hanya tidak bisa percaya akan jawaban iqbaal, karena rena merasakan iqbaal juga suka sama dia. Apa dia hanya kegeeran? Semua nya sirna, iqbaal telah menolak rena. Hati rena terasa sakit, dia tidak kuat menahan pedih hatinya. Tetes air mata pun jatuh mengalir di pipi rena.
"Haha,,ha, ha... kamu ga sah minta maaf kok baal.. aku tau kita cuma sebatas sahabat..maaf yah atas pengakuanku, lupain aja semua nya.. " dengan suara yang bergetar rena berusaha tersenyum.
"Aah akuu,, pergi dulu yaa.. mm Byee baal.." rena pun bangkit berdiri lalu meninggalkan iqbaal yang masih duduk menundukan kepalanya.
"Siaal!!"
#Iqbaal POV
"Aku sayang sama kamu baal, sejak dulu aku sudah jatuh cinta denganmu..."
"Demi apa.. rena nembak gue??" ( dalam hati)
Kita terus saling bertatapan. Aku juga tidak bisa merespon. Aku bingung harus gimana. Gue sayang sama rena.. gue cinta sama dia.. tapi...
Tapii... apa gue bilang aja gue juga sayang sama dia?
"Baal.. kamu juga su..", rena melanjutkan
Gak.. gue ga bisa.. ga boleh!!!
"Renaa..." aku menyela pembicaraan rena
"Maaf...." aku hanya bisa menunduk saat itu
Rena mendengar kata maaf dari ku.. dia hanya terdiam.
"..... baal? ke,, napa??"
"Maaf ren.. gue ga bisa" gue masih menunduk, gue bener-bener gak bisa menatap wajah rena saat ini.
Shit! Ah! Hati gue sakit.. gue tau rena pasti nangis sekarang. Tapi gue bisa apa?! Gue...
"Haha,,ha, ha... kamu ga sah minta maaf kok baal.. aku tau kita cuma sebatas sahabat..maaf yah atas pengakuanku, lupain aja semua nya.. " rena berusaha tersenyum.
Kenapa lo memaksakan diri lo tersenyum? Padahal mata lo tersirat kesedihan hati lo.
"Aah akuu,, pergi dulu yaa.. mm Byee baal.." rena pun bangkit berdiri lalu meninggalkan gue yang masih duduk menundukan kepala gue.
"Siaal!!"
Gue mengepalkan kedua telapak tangan gue. Lalu gue mengeluarkan sesuatu dari leher gue. Sebuah kalung yang tergantung sepasang cincin perak, terlihat itu seperti cincin pasangan. Gue menatap cincin tersebut.
#Iqbaal POV end
Raut muka iqbaal menampakan kesedihan.
"Maaf rena...aku,, sebenarnya aku juga sayang sama kamu... Tapi,, aku masih tidak bisa melupakan dia... Dia orang yang sampai saat ini masih bersinggah di hati ku walau aku tidak tau dimana dia berada.. Perempuan yang telah mengisi relung hatiku, Rena Velixia Putri... walau nama kalian sama, tapi kalian orang yang berbeda"
****
Setelah termenung cukup lama, iqbaal pun kembali ke villa. Sebenarnya masih sulit untuk dia bertemu dengan rena, tapi dia tidak ingin menghindari rena.
Iqbaal masuk ke villa, terlihat teman-teman nya yang bermain di ruang tamu, ada beberapa yang sedang makan siang, tapi iqbaal sama sekali tidak melihat rena disana. Lalu iqbaal memasuki kamar nya, kamar itu pun kosong. Iqbaal duduk di pinggir kasur, dia binggung kemana rena, padahal rena pergi meninggalkan dia duluan, kenapa rena belum sampai di villa?
Iqbaal pun berniat untuk keluar kamar, dia bangun dari tempat tidur dan berjalan. Saat berjalan dia tidak sengaja menyenggol dompet rena hingga terjatuh. Iqbaal pun memungut dompet rena, saat dia mengambil nya dompet rena terbuka. Dan saat itu juga dia melihat sebuah foto di dompet rena. Foto seorang anak perempuan dan anak laki-laki beserta 2 orangtua di belakangnya. Iqbaal pun terbelalak melihat foto tersebut.
"Inii... ini foto siapa? kenapa foto ini ada di dompet rena?? 2 orang tua ini kan om harry dan tante raisa.. dan cowo ini,, ini kan gue waktu kecil..." iqbaal pun terdiam dan terbingung untuk sesaat.
" Lalu anak perempuan inii.... ini rena kan? ini muka rena dulu,, rena teman masa kecil gue! Rena Velixia Putri! Kenapa rena ada foto ini??" Iqbaal berpikir sejenak. "Apa mungkin..??", dan iqbaal pun tersadar.
Iqbaal langsung berlari keluar villa, ia ingin mencari dimana rena berada.
"Aaahhh..begoo! bego bego begoo!! Gue bego banget sih... Di saat gue mempertahankan hati gue untuk orang yang gue sayang dari gue kecil, gue malah telah menolak orang yang telah menyatakan cintanya pada gue! yang tak lain dia itu adalah orang yang gue sayang dari dulu! Kenapa gue ga sadar kalo nama mereka sama itu bukan hanya kebetulan? Pantas saja dari pertama gue liat dia, wajahnya ga asing..... Renaa, maafin aku... kamu dimana sekarang..." ucap iqbaal dalam hati sambil berlari mencari rena.
Sudah hampir sejam iqbaal mencari rena, tapi iqbaal masih tidak dapat menemukan rena. Iqbaal pun memutuskan untuk ke bukit tadi, disana pun iaa tidak menemukan rena. Iqbaal berjalan menelusuri bukit tersebut, semakin menelusuri di depan sana terlihat banyak pepohonan. Ia pun tetap berjalan ke arah pepohonan tersebut.
"Renaa!!! Rennn!!! Renaa!! kamu dimana??" Iqbaal berteriak memanggil rena berharap rena dapat mendengarnya.
Sambil terus berteriak, lalu iqbaal melihat seseorang disana. Orang itu tak lain adalah rena!
"Renaaa..!!!"
Iqbaal langsung menghampiri rena yang tergeletak dan langsung memangku rena.
"Renaa! bangun renn... renn maafin aku ren.. renaa please banguunn!!" , iqbaal sangat khawatir dengan kondisi rena, iqbaal terlihat sangat sedih.
Tak lama rena pun membuka matanya.
"Baal? kok kamu bisa disini?"
" rena?!! syukurlah kamu bangun renn... maafin kata-kata aku tadi ren,, aku salaah!" Iqbaal pun memeluk rena
"gpp kok baal..aku terima kalo kamu nolak aku"
" ga renn.. bukan itu maksud aku.. aku.."
" udaah baal... kamu ga perlu merasa bersalah kok.. aku gpp.. tapi aku harap kita masi berteman ya..."
"Ga renn... aku sayang sama kamuu.. aku tadi salah.." iqbaal melepas pelukan nya dan menatap mata rena
Rena terdiam mendengar perkataan iqbaal.
"kamu ga salah? tapi,, tadi,, kamu kan nolak aku baal..." rena pun kebingungan
Iqbaal pun memberikan foto yang tadi ia temukan. Rena melihat foto itu.
"Anak perempuan ini kamu kan??"
"iaa ini akuu baal..apa hubungan nya sama foto ini??"
"Dan 2 orang tua itu adalah orang tua kamu kan?? dan kamu gatau anak laki-laki ini siapa??"
"Aa.. aku.. gatau rey...." rena menatap foto itu
"Maksud kamu rena??" Iqbaal terlihat bingung
" Iaa.. aku cuma pernah di kasi tau kalau ini orang tua aku, tapi aku tidak tau siapa anak lelaki ini.. aku pernah cerita kan kalo orang tua aku udah ga ada? Orang tua aku meninggal karena kecelakaan dalam perjalanan ke surabaya. Aku pun turut terlibat dalam kecelakaan tersebut. Orang tua ku tidak selamat dari bencana tersebut, hanya aku yang selamat. Sejak itu pun aku tidak dapat mengingat apapun, nama ku, orang tua ku, teman, semua nya. Aku di adopsi oleh sodara mama aku yang di surabaya, dia yang menceritakan siapa papa mama aku. Dia juga yang memberi tahu nama aku, walau nama ku Rena tandinata, tapi tandinata itu hanya mengikuti nama keluarga tanteku. Dan saat aku duduk di bangku SMA, tante ku meninggalkan ku. Jadi aku memutuskan untuk pindah ke kota dimana dulu aku tinggal yaitu jakarta." rena menceritakan semua itu ,raut muka rena pun terlihat sedih.
"Rena.. kamu ingat saat aku bilang aku ada orang yang aku suka?? orang itu adalah teman masa kecil ku... Kita tetanggaan dari kecil, kita selalu bersama... akan tetapi suatu hari dia dan keluarga nya pindah keluar kota.. kamu tahu siapa orang itu?"
Rena menggelengkan kepalanya.
"orang itu adalah dia..." iqbaal menunjuk ke foto anak perempuan itu.
Rena langsung terkejut dan menatap iqbaal.
"Dan anak kecil di sebelah nya adalah aku"
Rena menatap iqbaal tidak percaya.. mata rena mulai berkaca-kaca.. "benarkah itu baal? kamu ga lagi boong kan?"
"untuk apa aku boong sama orang yang aku sayang? aku tidak menyangka, orang yang selama ini aku sayang dari aku kecil, orang yang selama ini aku nantikan untuk bertemu, ternyata ada di dekat ku " iqbaal langsung memeluk rena.
"maaf ren.. maafin akuu.. aku tidak menyadari kalo kamu itu rena... maaf aku uda menyakiti hati kamu ren..." iqbaal mulai menitikan air mata nya dan erus memeluk rena dengan erat.
"hiks... aku lagi ga mimpi kan baal? ini nyata kan baal?kamu ga salah baal.. ini bukan salah kamu.. aku sayang sama kamu..." rena membalas pelukan iqbaal, rena pun juga menangis mengetahui semua kebenaran ini.
Iqbaal melepas pelukan nya perlahan dan melepas kalung nya.
"Rena..." iqbaal menggenggam tangan rena
"Cincin ini adalah cincin kita berdua... dulu waktu kecil aku pernah memberikan cincin ini pada mu... sekarang sekali lagi rena, aku berikan cincin ini padamu... kali ini ijinkan aku memintamu, mau kah kamu jadi kekasihku rena??" Iqbaal menatap rena dengan mata teduh nya yang penuh kasih. Rena tidak menyangka semua ini,, dia berharap ini semua bukan mimpi. Rena pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia.
Iqbaal senang melihat respon rena tersenyum, lalu ia menyematkan cincin tersebut ke jari manis rena.
"Thank you rena,, my princess" iqbaal mengkecup kedua tangan rena sambil tersenyum menatap rena.
Dan sekali lagi iqbaal memeluk rena. Rena sangat senang sekali.
"Thanks baal.. semoga ini bukan mimpi baal, kalo pun ini mimpi aku gamau bangun" rena menitikkan airmata bahagia nyaa
"Ini bukan mimpi kok.. kita akan selalu bersama sekarang" lalu iqbaal mengecup kening rena.
"Ren.. langit udah mulai gelap.. kita balik ke villa yuk" ajak iqbaal sambil membantu rena berdiri.
"iaa ayo... aww.. aduuhh duuh.." rena kesakitan saat rena mencoba berdiri.
"kamu kenapa rena??" Iqbaal refleks langsung menahan badan rena
"sorry baal kayak nya kaki aku terkilir deh karena tadi jatuh"
"ya udah sini naik ke punggung aku, aku gendong kamu sampai villa." Iqbaal lansung jongkok untuk memudahkan rena naik ke punggungnya.
Rena pun naik dan di gendong iqbaal.. lalu rey berjalan menaiki bukit tersebut dan kembali ke villa... Rena merasa nyaman berada di dekat iqbaal saat ini.
"Terima kasih baal.. I love you..." rena tersenyum sambil menyenderkan kepalanya di pundak iqbaal.
Iqbaal menengok ke belakang dan tersenyum kecil.
"i love you too,, my princess.."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar