"Hoi baal, rena! baru balik lo??ciee berduaan ajaa nih." Bastian menggoda iqbaal dan rena yang baru balik ke villa.
"Eh.. rena kenapa itu?? kok di gendong baal?" tanya thalia yang menyadari keanehan tersebut.
"Oh itu tdi si rena jatuh jadi kaki nya terkilir gitu" iqbaal menjelaskan
"Wah lo gpp kan ren??" tanya bastian agak khawatir.
"iaa gpp kok bas" rena tersenyum.
Bastian hanya membalas dengan senyumannya yang lembut.
"udah ya.. gue mau anter rena dulu ke kamar.. byee" ucap iqbaal sambil berjalan menuju kamar nya.
Sesampainya di kamar, iqbaal berjalan mendekati tempat tidur dan menurunkan rena untuk duduk di kasur.
"Thanks ya baal udah gendong aku sampai villa"
"Iaa sama-sama,, aku tinggal dulu ya.. bye." Iqbaal bergegas meninggalkan rena.
"Eh baal.. ih iqbaal kok buru-buru banget si pergi, dia mau kemana coba, bukannya rawat aku gitu." rena cemberut melihat iqbaal yang sudah meninggalkan dia.
Dengan kaki rena yang masih sakit dan rey yang tidak tau dimana, rena terpaksa jalan pincang mengambil baju ganti dan handuk untuk bersiap-siap mandi di kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya. Setelah bersusah payah mandi dengan kaki yang tak bersahabat, sekarang rena sudah bersih dari noda-noda bekas dia jatuh tadi.
Rena berjalan keluar dari kamar mandi dan melihat sekitar kamar. Rena masih tidak melihat tanda-tanda iqbaal sudah balik. Dia pun memutuskan untuk keluar kamar, masih dengan kaki pincangnya rena berjalan sambil bertopang pada tembok menuju ruang tamu. Di ruang tamu pun rena tidak melihat sosok iqbaal, jadi dia tetap berjalan menuju teras. Rena mulai melewati pintu villa tersebut, rena bermaksud untuk duduk di kursi teras sambil menunggu kedatangan iqbaal. Akan tetapi rena tidak melihat sandal dan sepatu yang berserakan di teras depan di dukung kaki pincang nya yang menyebabkan rena tidak bisa seimbang pun ia sudah bersiap-siap untuk jatuh. Tapi untungnya sebelum rena terjatuh sebuah tangan telah menahan tubuh rena. Rena pun menoleh ke belakang.
"Iqbaal?? " rena terkejut melihat kehadiran iqbaal tiba-tiba.
"Lo ngapain sih?? udah tau kaki kayak gitu masih aja bandel jalan-jalan..lo mau ngapain emang nya?!" ucap iqbaal dengan nada agak membentak sambil membantu rena duduk di kursi.
"Ya sorry lah.. aku cuma mau cari kamu soalnya kamu tadi tiba-tiba pergi dan ga balik-balik." rena memasang muka murung, apalagi setelah mendengar iqbaal agak membentaknya.
Iqbaal terdiam dan mulai berbicara dengan lembut.
"Sorry yah aku ga maksud bentak kamu, habis tadi aja kamu hampir jatuh, kalo kamu kenapa-napa gimana? Maaf yah aku lama, tadi ak buru-buru pergi cari apotik buat beli ini." Iqbaal mengeluarkan balsem untuk memijat kaki yang terkilir.
"Dari tadi kamu pergi cari ini? ya ampun makasih ya baal, jadi bikin kamu repot nih." ucap rena yang merasa tidak enak
"Ya elah ren.. mana repot si kalo buat pacar aku tersayang.." iqbaal mencubit pipi rena sambil tersenyum.
"A,,eh,, pacar?" rena mulai salting dan pipinya memerah.
"iaa pacar.. kenapa? kamu ga mau jadi pacar aku ya??"
"Eh gaa.. bukan gitu, aku cuma ga percaya aja kita udah pacaran..hehe." rena tersenyum malu-malu
"haha dasar kamu.. udah sini aku semprot ya kakinya." Iqbaal memegang kaki rena dan mulai mengurut kaki rena.
"Aw.." , ringis rena
"Sorry.. tahan ya?" tanya iqbaal
"Hm iaa, lebih mendingan nih rey.. thx baal.. kamu care banget sama aku" rena tersenyum
"Iyaa, sama-sama.. sini aku urut lagi." Iqbaal mulai mengurut lagi
"Eh baal. udah , kamu mandi dulu gih, udah sore nanti kamu dingin lagi mandi nya,, aku bisa sempot sendiri kok." ucap rena sambil menahan iqbaal
"Beneran bisa? Ya udah aku mandi dulu yaa." Iqbaal pun bangun dan pergi masuk ke villa, tak lupa juga iqbaal mengusap-usap kepala rena.
Setelah iqbaal meninggalkan rena untuk mandi, tinggalah rena sendiri di teras. Rena tersenyum-senyum sendiri mengingat iqbaal yang begitu perhatian dengannya. Lalu muncul seorang cowok dari pintu villa.
"Hoi ren.. ngapain lu senyum-senyum sendiri? gila ya lu? hahaha.." bastian muncul dari pintu villa dan menhampiri rena
"Eh bas... enak ajaa..ga lah yaa." rena menoleh ke bastian yang sudah berada di depannya sekarang
"Itu kaki lo gimana? masi sakit??" tanya bastian sambil menunjuk kaki rena
"Udah mendingan sih karena tadi iqbaal udah urut kaki aku."
"oh bagus deh.. eh lo udah pacaran ya sama si iqbaal??"
"Eh.. a.. ng.. iaaa.. udah.." rena menjawab pertanyaan bastian terbata-bata dan mukanya jadi merah.
"cieee akhirnya lo berdua jadi juga..congrats yaa.." bastian mengulurkan tangannya untuk memberikan selamat.
"iaa, thx bas.." rena membalas tangan bastian.
"Oh iaa itu balsemnya ya?? sini gue bantu urutin." Bastian mulai jongkok dan mengambil kaki rena.
"Eh ga sah bas.. aku bisa sendiri kok." rena menahan tangan bastian.
"Udah gpp gue urutin sini biar cepet sembuh." Bastian tetap bersih keras ingin membantu rena.
"Ga usah bas serius, aku gpp kok.." rena menarik kakinya dari tangan bastian.
"ya elah ren.. ga bakal gue apa"in kok.. gue kan cuma mau bantu lo"
"Ehem.. ada apa nih? kayaknya seru amat.." iqbaal muncul dari pintu villa dengan rambut yang masih basah.
"Eh cowo nya udah dateng nih" bastian mulai bangun berdiri.
"Lo ngapain sama rena?" ucap iqbaal dengan dingin
"Gue cuma ngobrol bentar kok sama rena, terus gue tadi cuma mau bantuin urut kaki rena."
"Dia bukan anak kecil lagi kali, dia bisa urut kakinya sendiri." jawab iqbaal masih dengan nada dingin
"Wih sorry bro.. jangan jealous gitu dong.. tenang gue ga bakal ngapa-ngapain cewe lo kok, gue kan ada thalia..ya udah gue duluan yaa.." bastian menepuk pundak nya iqbaal dan masuk ke dalam villa.
"Baal.." rena memanggil iqbaal sambil memegang tangannya.
"Hm.." iqbaal menjawab dengan singkat
"Baal...jangan cemberut dong.. jealous ya jealous??" goda rena sambil memeluk tangan iqbaal.
"Ya kalo jealous kenapa? ga boleh?? yah aku ga suka aja kalo kamu deket-deket cowo lain selain aku.." iqbaal memalingkan muka nya dari rena sambil menggaruk kepalanya.
"Iaa tapi aku ga deket-deket kok.. sorry yaah.. jangan cemberut lagi dongg.." rena memohon memelas ke iqbaal sambil menggoyang-goyangkan tangan iqbaal.
Iqbaal menoleh ke rena dan berkata, " iaa deh iaa aku ga cemberut lagii.." iqbaal pun mencubit hidung rena
"Ya udah masuk yuk ke dalem, kita makan.. laper nih aku.." ucap iqbaal
"okee yuu makan.." tutup rena sambil berdiri di bantu oleh iqbaal.
****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar