Rabu, 22 April 2015

Fate Of Love 2

Hari-hari di sekolah berjalan seperti biasa, iqbaal dan rena pun semakin akrab sebagai teman baik. Mereka saling bercanda, curhat, dan terlihat selalu bersama. Beberapa mungkin akan mengira mereka pacaran, tapi mereka masih dalam batas teman.

" Ren, sabtu nanti jalan yu!!", ajak iqbaal.

" Hm kemana?? ngapain?"

" Yah jalan aja temenin gue, sekalian refreshing habis ujian kita kan"

"Yah oke boleh deh, ketemu dimana kita?"

"Nanti gue jemput lo deh ya"

"Oke bos.." jawab rena sambil mengacungkan jempol nya dan tersenyum.

****

-Hari sabtu-

Rena sedang siap-siap di kamarnya berpakaian dan merapikan rambutnya, tidak lupa dia mengecek barang yang ada di tasnya agar tidak ada yang kelupaan.

tiinn tiinnn

Rena pun mendengar klakson motor didepan rumahnya.

"itu pasti iqbaal hihi" rena bergegas turun kebawah keluar rumah dan mengunci pintu rumahnya.

" Haii baal!! Yuu pergii" rena naik ke motor nya iqbaal

" Okee ayoo" iqbaal manjalankan motor nya.

Setiba di mall mereka jalan-jalan, lalu mereka nonton film di bioskop. Kebetulan mereka menonton film yang lumayan sedih sehingga rena menangis saat menontonnya. Iqbaal melihat rena yang menangis tersenyum karena iqbaal merasa rena sangat manis. Iqbaal merasa sangat nyaman berada dekat rena, rena adalah teman yang baik, jujur, polos, lembut dan lucu. Hari ini pun rena berdandan natural, dan tetap cantik. itu membuat iqbaal makin kagum dengan temannya satu ini. Walau iqbaal merasa ini bukanlah hanya sekedar perasaan kagum,  dia merasakan perasaan yang berbeda bila bersama rena. Mungkin...

Cinta ?

****

Film telah habis, iqbaal melemparkan saputangan ke rena.

"Tuh lap airmata lu, gitu aja masa nangis sii, dasarr cengeng lu haha "

"Ih biarin ajaa emang film nya sedih kok, kasihan tau pasangan itu" rena mengambil saputangan itu dan mengeringkan airmatanya.

"iaa deeh udah udaah jangan cengeng lagi, makan yuu laper gue", ucap iqbaal sambil mengusap-usap kepala rena dan tersenyum kecil.

****

Di tempat makan rena dan iqbaal ngobrol seperti biasa membahas film yang mereka tonton tadi. Lalu iqbaal terpikir sesuatu tentang rena dan ia bertanya pada rena.

"Rena.. gue bingung, tadi kok pas gue jmput lo gue ga liat papi mami lo ya??"

"Oo aku tinggal sendiri. "

Iqbaal terlihat bingung dan bertanya lagi.

"Loh emang ortu lo kemana? tinggal di luar kota?"

"Aku ga ada orang tua haha" rena menjawab sambil tertawa.

Iqbaal dapat merasakan bahwa tawa rena itu seperti dipaksakan, dia tau rena pasti merasa sedih, iqbaal pun memutuskan untuk tidak bertanya lagi kepada rena.

****

Hari pun semakin malam, rena dan iqbaal memutuskan untuk kembali pulang. Iqbaal mengantar rena sampai di depan rumah rena.

"Thanks baal, hari ini fun banget" rena sambil tersenyum kepada iqbaal.

"Siip ren.. iya lah fun kan lo jalan sama orang keren kayak gue" jawab iqbaal dengan pede nya sambil tersenyum lebar.

"Yee pede amat kamu.. keren apaan coba haha" rena pun memeletkan lidahnya.

"Eh lo berani ya ma gue, haa ngaku ga gue kerenn... ayoo ngakuu", balas iqbaal sambil mengelitik perut rena.

"kyaa baal geli ahh,  udaa ahh gelii baall hahaha " rena mengeliat karena kegelian.

"Makanya ngaku gaa gue kereen ayoo" sambil terus mengelitik rena.

"iaa iaa ampun.. kamu keren kok.. uda yaa  udaa...hahaa". Iqbaal pun berhenti..

" naah gitu dong.. ngaku juga kan lo gue keren" iqbaal sekarang yang memeletkan lidahnya lalu menyentil kepala rena.

Rena masih mengatur nafas nya akibat di kelitik oleh iqbaal

" Lo gpp kan ren? sorry ren", iqbaal mengelus kepala rena dan agak khawatir.

"Gpp kok baal.. dasarr jahat kamu... ya udah ahh aku masuk rumah yaa" rena sambil mencuri kesempatan mencubit perutnya iqbaal.

"Aw sakitt tauu renaa", iqbaal meringis kesakitan sambil memegang perut nyaa. Rena yang berjalan masuk rumah berbalik dan memeletkan lidahnya ke rey. Iqbaal pun hanya tertawa melihat tingkah rena yang menggemaskan seperti anak kecil. Iqbaal bersiap-siap memakai helm nya, lalu...

Brukk

Aktivitas iqbaal terhenti, dia menoleh ke arah rena. Iqbaal terkaget melihat rena terduduk disana dan bergegas menaruh helm nya dan berlali ke rena.

"Renaa!!! Renn.. lo kenapa renn??? " , iqbaal sangat khawatir dengan keadaan rena yang terlihat pucat dan meringis kesakitan. Iqbaal sangat khawatir terhadap apa yang terjadi saat ini. Lalu rena pun mulai membuka matanya dengan perlahan.

"Gpp kok baal.. cuma kecapean ajaa" , ucap rena dengan lemas.

"Rena? lo gpp?? Gue kira lu pingsan tiba2 jatuh tadi, gue khawatir banget tau ga".

"Sorry baal uda bikin kamu khawatir.. aku gpp kok" , jawab rena sambil mencoba berdiri.

"Ya udaah baal, aku uda gpp kok, kamu pulang aja"

Iqbaal terdiam sesaat.. ia sangat khawatir dengan rena, bagaimana bisa dia meninggalkan rena yang terlihat pucat itu. Bagaimana kalau terjadi hal yang berbahaya apabila ia meninggalkan rena?

"Baal?? udaa tenang ajaa, aku gpp kok", rena berusaha meyakinkan sahabatnya yang satu ini sambil memegang kedua tangan iqbaal.

"Ren, gue ga mungkin ninggalin lo sendirian, gue takut lo nanti kenapa2, apalagi lo kan tinggal sendiri ren,, gue temenin lo aja deh 1 malam disini, bole ya ren?" Iqbaal memohon kepada rena dengan puppy eyes nya.

Rena paling ga bisa melihat cowo 1 ini memelas dengan wajah seperti itu, dia juga jarang bisa menolak permintaannya, jadi rena pun memperbolehkan iqbaal untuk menemani dia.

"Ya udah, tapi awas ya kamu macem-macem!"

"Serius ren? thx ren!! tenang aja gue ga mungkin macem-macem lah, gue cuma mau jagain lo kok", ucap iqbaal yang tersenyum kegirangan sambil mengacak-acak rambut rena.

"Ihh jadi berantakan tau rambut akuu.. kamu uda ijin ma mama kamu belom? ijjn dulu gih.. ayoo masuk" , rena mengajak iqbaal masuk sambil merapikan rambutnya.

#Iqbaal POV

Aku mengambil iphone ku dan menelpon mama ku.

"Halo"

"Halo ma.. ma, malam ini aku nginep dirumah sahabat aku ya.."

"Siapa? Rena yang sering kamu ceritain itu?"

"Iaa..hehe.. keliatannya dia lagi ga sehat mah, jadi ak pengen jagain dia."

"Oh.. ya udah.. jangan macem-macem yah kamu.."

"Iyah ma.. selamat malam ma..muaah."

Aku menutup telponku.

Sesaat kemudian rena datang.

"Nih handuk.. kalo mau mandi sana"

"Oke..ty ren"

Rena pun berbalik masuk kekamarnya.

#Rena POV

Aku masuk ke kamar ku dan berencana ingin membersihkan diri juga. Jantung ku berdetak kencang sekarang. Ah~ aku deg-degan banget mengetahui sahabat ku iqbaal ekarang ada di rumahku. Yah aku memang tidak hanya menganggap iqbaal ebagai sahabat, tapi aku sayang sama kamu lebih dari sekedar sahabat...

Aku mencoba untuk tidur tapi pikiranku selalu tertuju pada iqbaal.

"Aahh,, ga bisa tidur nih", "iqbaal uda tidur lom ya,,?"

aku pun membuka pintu kamar ku lalu mengintip iqbaal di ruang tamu. Terlihat ia sudah terlelap di sofa ruang tamu tersebut.

"Ah..! aku lupa kasi selimut ke dia!"

Aku pun bergegas membawa selimut ke ruang tamu dan menyelimuti iqbaal yang telah tertidur. Aku menatap iqbaal dengan lama lalu aku mengusap kepala nya iqbaal dengan lembut.

"Baal,, seandainya kamu tau perasaanku padamu...", rena menatap iqbaal sambil tersenyum kecil.

Rena pun mengecup kening nya, "Good night baal"

dan masuk kembali ke kamar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar