#flashback on
*Rena POV
Rena sedang menangis di dalam mobilnya, baru beberapa saat yang rena harus meninggalkan sahabat nya yang dia sayangi.
"Renaa.. jangan nangis terus dong, nanti jadi jelek loh." Hibur mama nya yang sedari tadi melihat rena menangis.
"Biarin!! Gara" mama papa rena jadi pisah sama iqbaal! Padahal rena kan sudah berjanji sama iqbaal untuk selalu bersamaa... hiks.."
"Rena ku sayang, maafin papa dan mama ya, ini juga untuk kebaikan kamu nak." , jawab papa rena.
"Kebaikan aku?"
Mama nya tersenyum dan menjelaskan , "iyaa rena.. kita ke surabaya karena pp dan mm ada kenalan disana yang bisa memberikan donor ke rena."
"Donor?? Donor itu apa ma?? Kenapa donor nya ke rena??" , tanya rena yang tidak mengerti perkataan mamanya.
"Donor itu yaa seperti seseorang memberi salah satu organnya kepada rena." , jawab mama nya lebih singkat agar lebih dimengerti rena.
"Organ? Memang nya rena kenapa? Rena kan ga cacat mah, kok rena di kasih organ lagii???"
"Rena,, kamu itu sakit rena sayang, jantung kamu itu lemah, jadi agar jantung kamu kuat, kamu harus menerima jantung yang lain." , jawab papa rena
"Iaa rena, ini semua demi kebaikan kamu, juga kebaikan iqbaal, nanti kan kalo km sehat dan kuat bisa main sepuasnya dengan iqbaal... kamu nanti akan ketemu iqbaal lagi kok sayang, setelah operasi kamu selesai nak." , mama rena menjelaskan sambil tersenyum meyakinkan anaknya.
"Benarkah ma??pa?? Jadi rena akan bertemu iqbaal lagi?? Kyaaa... makasih papa mama, rena senang bangett, rena mau di operasi secepatnya kalau begitu yaa ma, pa..." , rena senang kegirangan lalu mencium pipi mama dan papa nya.
Rena terlihat sekarang , "baal.. tunggu rena yah, rena akan kembali lagi ke iqbaal dan kita akan bersama lagi." Kata rena dalam hati nya sambil tersenyum dan berandai-andai mereka akan bermain bersama kembali.
Lalu...
"Papa.. awaaassss!!!!" , mama nya berteriak melihat truk dari arah depan melaju dengan cepat keluar jalur.
Ciiitttttt.... Bruaaakkkk!!!!!!
Mobil rena pun keluar jalan terlempar-lempar ke arah dataran rendah di samping jalan.
Rena hanya terkejut menatap semua kejadian itu dengan tatapan kosong. Melihat papa nya yang berusaha membanting setir mobilnya, dan mama nya yang berteriak dan sedang berusaha menggapai dirinya yang terduduk di jok belakang. Mama rena memeluk rena dengan erat, memastikan agar rena tidak kenapa-napa , cukup diri nya yang terluka bukan anak kesayangannya.
Mobil pun terbalik dengan penuh kerusakan bagian depan dan atas mobil. Asap mulai keluar dari mobil tersebut. Orang-orang mulai berdatangan melihat kecelakaan tersebut. Tim penyelamat pun datang untuk menolong korban kecelakaan ini.
"Ngh... ma,, paa,, sakittt... mama.." , rena yang masih berada di dekapan mama nya berusaha memanggil mama dan papa nya untuk bangun.
"Mama... papa... bangun.. rena sakitt.. "
Mama papa nya tak kunjung menjawab panggilan rena.
"Mamaa!! Papa!! Banguunn..! Maaa!!! Paaa!! "
Rena mulai menangis, melihat mama nya yang berlumuran darah, begitu pula papanya. Kepala rena terasa pusing dan sangat sakit. Sepertinya kepala rena mengalami benturan yang cukup keras.
"Ma~ ,, Paa~,, " , suara rena mulai memelan dan terdengan lemas. Rena mulai kehilangan kesadarannya, penglihatannya mulai gelap. Ia hanya dapat samar-sanar melihat tim penyelamat yang berusaha menyelamatkannya.
"Iqbaal..."
Rena pun kehilangan kesadarannya.
****
Rena mulai membuka matanya perlahan. Cahaya putih mulai menusuk mata rena, melihat sekeliling dan mendapati ada seorang tante di sampingnya.
"Renaa.. kamu udah bangun?? , Dokterrrr!! Dokk!!"
Tante itu memanggil dokter melihat rena sudah terbangun.
"Rena, kamu gpp ? Ada yang sakit?? " , tante itu mulai mengajak ngomong rena.
Rena hanya terdiam mendengar pertanyaan yang dilontarkan. Dokter pun datang memeriksa rena. Setelah memeriksa dokter itu mulai memberi instruksi pada suster yang menangani rena.
"Rena.. syukurlah kamu bisa diselamatkan.."
"..."
" Tante siapa? Rena siapa? "
Deg. Tante nya mulai meneteskan airmata mendengar ucapan rena.
"Rena.. ini tante sayang, tante siska.. tante siska yang sering main dengan kamu kalau kamu mengunjungi tante di surabayaa,, rena itu nama kamu sayang."
"Tante siska? Maaf tante, aku sepertinya tidak ingat aku mengenal tante." , rena hanya menjawab datar.
"Dokter.. ini rena keponakan saya kenapa?? Apa dia lupa ingatan dok???" , tante siska mulai bertanya pada dokter tsb.
"Hm.. sepertinya rena kehilangan ingatannya bu, itu terjadi karena saat kecelakaan rena mengalami benturan yang keras pada kepalanya." , dokter menjelaskan.
"Ya ampun.. renaa.. kasian sekali kamu nak,, orang tua kamu pun sudah meninggal di tempat kejadian.." , dalam hati tante itu mengasihani rena.
"Rena.. tante itu saudara mama kamu.. tante siska.. rena nanti akan tinggal sama tante yaa sayang.." , tante siska memegang tangan rena.
Rena hanya terdiam dan mengangguk.
****
8 tahun berlalu
Rena saat ini tinggal di surabaya bersama tante siska. Seiring bertumbuhnya rena , rena mengetahui papa mama nya meninggal saat kecelakaan tersebut. Rena hanya dapat mengingat kedua orang tuanya dengan foto yang tersisa di berikan oleh tante siska. Foto itu ada dirinya mama papa nya dan seorang anak lelaki. Sampai sekarang rena belum tau siapa lelaki itu.
Kini rena sudah berumur 16 tahun, ia tumbuh menjadi gadis yang sangat menarik, manis dan baik hati. Oh ya, rena masih memiliki jantung yang lemah. Setelah kecelakaan terjadi, tante nya tidak tahu kenalan mama rena siapa. Tante siska tidak mendapat kabar tentang itu, jadi hingga sekarang rena hanya rutin mengecek kondisi nya di rumah sakit terdekat.
Tapu suatu hari, saat rena bangun , ia mendapatkan bahwa tante nya pergi meninggalkan dia. Dia bangun menemukan surat beserta buku tabungan yang di tinggalkan tante siska. Rena sangat merasa sedih, kini ia seorang diri. Lalu rena pun memutuskan untuk pergi ke jakarta yang ia ketahui adalah kota kelahirannya.
****
Di jakarta, rena menempati rumah kontrakan yang cukup untuk diri nya sendiri. Setelah berberes-beres, rena memutuskan untuk pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan sehari-harinya. Setelah berbelanja dan hendak pulang, hujan pun turun sangat deras.
"Aah.. hujaan.. gimana ini, aku tidak membawa payung.." , rena kebingungan di depan supermarket menatap langit yang sepertinya akan menurunkan hujan dalam waktu yang lama.
Lalu rena mendapati seorang lelaki memberikan dia payung.
"Ini pakai saja." , setelah memberi payung lelaki itu langsung memakai topi jaketnya dan menerobos hujan meninggalkan rena.
"Eh.. bang , eh mas,, serius ini?" , rena bertanya kepada lelaki tsb tapi ia sudah jauh.
"Wah.. baik sekali orang itu.. hm tampan juga.. hehe.. eh udah ah pulang deh..." , rena tersenyum mendapati ada orang setampan dia dan baik hati. Dalam hati rena berharap dapat bertemu orang itu.
****
Hari ini rena pergi ke sekolah yang akan ia daftar untuk menjadi siswi disana untuk menyelesaikan semua administrasi dan mendapatkan seragamnya.
"Wah.. sekolah ini sepertinya asik, besar lagi.." , bangga rena dan tidak sabar untuk menjalani kehidupan nya di sekolah ini. Setelah keperluan nya selesai, rena melewati lapangan sekolah. Terlihat beberapa siswa sedang bermain bola basket disana. Lalu terdengar sorakan beberapa siswi di tepi lapangan yang menonton permainan bola basket tsb, atau lebih tepatnya bisa dibilang bersorak karena menonton salah satu siswa yang ,, hm,, keren (?).
Mata rena terarah pada siswa yang menarik mata semua siswi sekolah ini. Siswa itu bermain basket dengan lihai dan jago, di tambah gerak-gerik nya yang keren dan membuat para siswi-siswi itu meleleh. *ehh
"Wah.. siswa itu keren juga, jago lagi.. hm.. eh.. tunggu.. kayak nya aku kenal deh.. mm.." , rena terdiam sejenak mengingat siapa lelaki tsb.
"Ahaa... diaa kann.. lelaki itu yang meminjamkan aku payungg!!!.. waah kebetulan sekali dia sekolah disiniii!!" , rena terlihat sangat senang mengetahui itu.
"Wah.. populer juga dia.. siapa nama nya?? Baal?? Iq?? Baal?? Iqbaal??" , rena berusaha mendengar teriakan para siswi yang menyoraki nama lelaki tersebut.
"Oh.. iqbaal nama nya.. semoga aku 1 kelas dengan nya.."
Rena pun meninggalkan lapangan dan bergegas pulang.
****
Hari pertama rena masuk sekolah pun tiba. Ia memasuki ruang kelas nya setelah di panggil oleh guru tersebut.
" Silahkan perkenalkan dirimu kepada teman-teman mu", dengan lembut dan senyuman yang hangat bu guru meminta murid baru tersebut.
" Selamat pagi! Halo nama aku Rena Tandinata! Kalian bisa panggil aku Rena. Salam kenal mohon bantuan nya ya" , dengan riang rena memperkenalkan diri.
" Baik rena.. kamu bisa duduk di ujung sana di sebelah iqbaal"
Deg.
"Iqbaal? Si lelaki payung kah?? " , tanya rena dalam hati lalu melihat ke tempat duduk yang di arahkan gurunya.
"Ah.. kyaa.. benar!! Itu iqbaal yang aku temui di supermarket dan yang bermain basket kemarin! Wah lucky duduk di samping dia!" , sorak rena dalam hatinya.
"Iya terima kasih bu" , jawab rena.
Rena pun berjalan menuju tempat duduk nya, beberapa murid lain melirik rena. Ya rena memang tidak cantik tapi rena mempunyai wajah yang sangat manis dan imut.
Rena pun duduk di tempat duduknya.
"Semoga dia bukan orang yang cuek atau sombong" , rena berbicara dalam hati.
Cowo yang menjadi teman sebangku rena memperkenalkan diri.
"Haii.. gue Iqbaal dhiafakhri ramadhan. lo bisa panggil gue iqbaal" , ucap iqbaal sambil memberikan tangan nya untuk bersalaman.
"Hai jg.. aku rena! Salam kenal ya" , rena membalas tangan iqbaal.
"Kyaa.. dia mengajakku berkenalan! Syukurlah dia baik hati." , lega hati rena mendapati iqbaal yang baik.
****
-Kantin-
Iqbaal dan rena makan berdua di kantin. Beberapa murid lain terutama perempuan melirik mereka berdua, terkadang sambil berbisik, ada juga yang melihat rena dengan sinis. Rena yang menyadari hal itu pun bertanya pada iqbaal.
" baal.. kok kayaknya yang lain pada liatin kita ya? Malah ada yang liat nya sinis banget lagi ke aku"
Iqbaal pun menyadari hal itu.
"Ah biasa lah mereka iri sama lo soal nya lo bisa makan bareng gue. Secara gitu gue kan cowo populer di sekolah ini, udah cakep, pinter,baik, ketua basket kurang apa lagi coba" , puji iqbaal terhadap dirinya sendiri.
" Oh ya?? waah beruntung dong aku bisa makan sama kamu! ga salah ternyata bayangan ku selama ini ke kamu..", rena terkagum-kagum pada iqbaal.
"Ha? selama ini? kan lo baru ketemu gue hari ini", iqbaal pun bingung dengan perkataan rena.
"Eh iaa yaa.. ya udah lupain aja,, hehehe" , jawab rena.
"Yee dasar aneh lo!", iqbaal pun menyentik jidat rena.
"Aww.. sakiitt", rena meringis kesakitan memegang jidat nya sambil memanyunkan bibirnya.
"Ah.. fiuh.. keceplosan kan renaa.. dasar..untung aja ga ketauan ma iqbaal kalo aku udah tau dia dari dulu.hihi