Rabu, 22 April 2015

Fate Of Love 9

Well.. iqbaal telah mengajak rena ke rumah nya. Rena sangat disambut baik oleh papa mama dan kakak perempuannya iqbaal. Bagaimama tidak disambut baik? Rena adalah putri dari sahabat papa mama iqbaal. Dan setelah sekian lama tidak berjumpa, mereka meluapkan rasa rindu mereka dihari itu.

***

Rena sedang duduk di gazebo samping kolam renang rumah iqbaal. Lalu terdengar suara anjing.
Guk guk
Rena melihat ke arah suara itu, itu anjing iqbaal!

"Eh.. haiii.. kalian lucu sekalii!!" , rena langsung memeluk kedua anjing tersebut. Setelah sekian lama tidak berjumpa, ke 2 anjing tsb masih mengingat rena yang dulu kecil selalu bermain bersama iqbaal juga.

"Ahahha.. mereka masi ingat kamu" , iqbaal muncul sambil membawa snack dan minuman.

"Ingat aku?"

"Oh ia aku lupa km ud lupa ya.. yah kasian.. anjing ku aja inget km.. tp km melupakannya"

"Ah.. sorry yaa.. emm.." , rena bingung memanggil anjing itu apa

" hitam si kuro, putih si hiro"

"Oh.. kuro hiro.. tp walau ak ga ingat kalian kita tetap akan maiinn seperti dulu aku kecil..hihi"

Guk guk..

"Nih bola.. main aja sama mereka" , iqbaal memberikan bola ke rena.

"Oke..hihi", rena berdiri lalu berjalan di dekat pinggir kolam renang..lalu melempar bola tersebut.
2 anjing tsb pun langsung berlari menangkap bola tersebut dan berlari kembali memberikan bola ke rena.

"Good dog!" Rena mengelus hiro dan kuro.. lalu melemparkan nya lagi.

"Beb..hati" jgn terlalu dekat dengan kolam renang nanti jatuh." , iqbaal mengingatkan, lalu ia memasang earphone lalu mendengarkan lagu.

"Oke iqbaal ku.." , jawab rena.. lalu anjing tsb balik membawa bola yang di tangkap. Si hiro lari kencang lalu melompat ke badan rena sehingga rena harus menangkap hiro, akan tetapi karena badan hiro yang lumayan berat bagi rena, rena pun kehilangan keseimbangan dan..

"Kyaaah!!!..." Teriak rena

Byurrr!!! Rena terjatuh ke kolam renang.
"Baal..ekhm..iq....baal!!..baa..! Aall!!to..long!!!"
Rena mencoba meminta tolong, dia tidak bisa berenang..
Deg!
Jantung rena mulai sakit. Rena mempunyai penyakit jantung dan dia tidak bole berenang.
Rena mulai meringis kesakitan memegangi dadanya.

Gukk!! Gukk!! Guk!!!

Iqbaal yang sedari tadi tidak mendengar teriakan rena, mendengar samar" anjing nya yang terus menggongong. Lalu iqbaal pun menoleh ke anjing nya dan iqbaal sontak kaget melihat rena tenggelam di kolam renang.

"Rena!!!".. iqbaal pun dengan cepat lompat ke kolam renang, lalu membawa rena ke tepi kolam.

Mama iqbaal yang mendengar keributan bergegas menuju kolam renang. Saat tiba di kolam renang, mama nya terkejut melihat iqbaal menggendong rena yang tidak sadarkan diri.

"Ya ampun..rena!! Ale,, ada apa ini.. rena kenapaa!" , mama nya iqbaal sangat khawatir.

Iqbaal menggeletakan badan rena di lantai.
"Ren..renaa.. bangun ren.."

"Rena! Rena sayang.. alee..panggil ambulanss!! Hape mama mana..hp..hp!" , mama iqbaal cemas sekali dan menjadi panik.

"Mahh..mama..tenang.. rena cuma tenggelam, nanti juga dia bangun, ale harus keluarin air yang di telam rena dlu." , iqbaal berusaha menenangkan mamanya.

Mama nya tidak bisa tenang! Mama nya mengambil hape nya lalu memencet nmr ambulan.

"Rena! Km harus bertahan nak.. ga bisa alee.. kita harus panggil ambulans..ini bahayyaa untuk jantungnya.! "

"Jantung?"

Fate Of Love 8


"Haii.. gue Iqbaal dhiafakhri ramadhan. lo bisa panggil gue iqbaal" , ucap iqbaal sambil memberikan tangan nya untuk bersalaman.

"Hai jg.. aku rena! Salam kenal ya" , rena membalas tangan iqbaal.

"Kyaa.. dia mengajakku berkenalan! Syukurlah dia baik hati." , lega hati rena mendapati iqbaal yang baik.

****

-Kantin-

Iqbaal dan rena makan berdua di kantin. Beberapa murid lain terutama perempuan melirik mereka berdua, terkadang sambil berbisik, ada juga yang melihat rena dengan sinis. Rena yang menyadari hal itu pun bertanya pada iqbaal.

" baal.. kok kayaknya yang lain pada liatin kita ya? Malah ada yang liat nya sinis banget lagi ke aku"

Iqbaal pun menyadari hal itu.

"Ah biasa lah mereka iri sama lo soal nya lo bisa makan bareng gue. Secara gitu gue kan cowo populer di sekolah ini, udah cakep, pinter,baik, ketua basket kurang apa lagi coba" , puji iqbaal terhadap dirinya sendiri.

" Oh ya?? waah beruntung dong aku bisa makan sama kamu! ga salah ternyata bayangan ku selama ini ke kamu..", rena terkagum-kagum pada iqbaal.

"Ha? selama ini? kan lo baru ketemu gue hari ini", iqbaal pun bingung dengan perkataan rena.

"Eh iaa yaa.. ya udah lupain aja,, hehehe" , jawab rena.

"Yee dasar aneh lo!", iqbaal pun menyentik jidat rena.

"Aww.. sakiitt", rena meringis kesakitan memegang jidat nya sambil memanyunkan bibirnya.

"Ah.. fiuh.. keceplosan kan renaa.. dasar..untung aja ga ketauan ma iqbaal kalo aku udah tau dia dari dulu.hihi

Flashback rena off

Iqbaal dan rena sedang duduk di lantai bersandar pada tembok di ruang perpustakaan.

"Rena.." , panggil iqbaal

"Hm,,?", sahut rena yg sdg membaca buku

"Ih kok hm doang sih jutek amat" , iqbaal mengernyitkan alisnya dan mengerucutkan bibirnya.

Rena pun menutup buku yang dia baca.
"Hah.. iyaa iyaa.. napa iqbaal ku??" , rena mencubit pipi nya iqbaal

"Hehe.. gpp" , iqbaal memperlihatkan senyumnya yang lebar

"Lah..gimana sih..anehh!" Rena bingung

"Hahaha.. joke beb.. aku mau ajak km ketemu mama aku.. mama aku pasti seneng liat km lagi!"

"Eh? Ketemu mama km? Serius?"

"Iya lah serius.. juga mama ku kan kenal km, walau kamu lupa sama mama aku.. mau yaa?? Mama ku yg suruh nii.." , iqbaal memelas dengan puppy facenya

"Ehm.. ya udh deh.. sekalian..." rena mengangguk

"Sekalian apaan?" Iqbaal tidak mengerti maksud rena.

Rena mendekatkan wajahnya ke hadapan iqbaal. Mata rena menatap lekat mata iqbaal. Iqbaal kaku seperti patung mata nya membesar.

Rena tetap mendekat sehingga jarak mereka mngkin hanya 3 cm. Sangat dekat bukan untuk...? Hihi

"Eh..ee..re..ren..beb..ka..kamu mau, apa?" Iqbaal terlihat gugup.

Rena mendekat.. lalu iqbaal memejamkan matanya erat-erat.

Lalu...

Rena membelokan wajah nya tepat di samping telibga iqbaal.
"Sekalian... mencari restu dari calon mertua~" bisik rena.
"Fuh~ hihi".. rena iseng meniup telinga iqbaal

Iqbaal yang terkaget langsung membuka matanya sambil memundurkan badannya dan memegang telinganya yang ditiup rena. Tapi karena kagetnya iqbaal membuat iqbaal menghantam tembok sandarannya saat dia memundurkan badannya.

"Aw!.. ah.. sakitt" ringis iqbaal

"Lah km ngapain tiba2 mundur gitu lagian..geli ya telinganya? Hahaha.." , rena tertawa

"Eh..ini garagara kamu tau.. sakit nih.. sp suruh km tbtb mendekat seperti ituu, trnyata malah mau bisikin aku itu!" Iqbaal mengeluselus punggungnya.

"Hey.. mang kamu pikir aku mau apa? Pake tutup mata segala lagi..pikir yang gak gak yaaa??? Dasarrr genit!" , rena menggoda iqbaal lalu memeletkan lidahnya.

Iqbaal menatap tajam rena.
(Bukan tajam karena marah, tapi menatap tajam cool gitu yang serius gitu deh..semoga para readers mengerti)

"Kenapa km natap aku seperti itu?"

Iqbaal lalu mendekati rena seakan membawa rena bersandar ke tembok.

"Ngapain dehh..haha" , rena yang merasa iqbaal mendekat lalu mencoba untuk bangun.
Tapi tertahan, karena tangan iqbaal dengan cekatan menghalangi rena.

Posisi mereka:
Rena bersandar ditembok, iqbaal di depan rena dengan ke 2 tangan nya bersandar di tembok seakan untuk menjaga rena agar tidak kabur.

"Ap..apaan si baal..udah ah..wkwk" , rena mencoba bercanda.

Iqbaal hanya memasang muka serius dan terus menatap mata rena dengan dalam.
"Aku..ga suka cara kamu tadi" , ucap iqbaal.

Rena langsung gugup, "eh..so..sorry..ak kan cuma mau bercanda aja..sorry lah baal..udah ya minggir dong", rena memelas.

Iqbaal tetap pada posisinya,
"Kamu membuat kesalahan besar rena..harusnya kamu tidak mencoba memancing kucing dengan ikan.. kamu tahu?? Saat kamu mencoba memberi kucing seekor ikan, dan saat kucing ingin meraihnya kamu manarik kembali ikan itu? Kucing itu akan menerkammu untuk mengambil ikan itu!" Iqbaal tersenyum sinis.

Rena hanya bisa mematung, pikiran rena mulai kacau.

"Dan sekarang, aku adalah kucing tersebut, kamu tau apa yang akan aku lakukan?"

Rena menggeleng. Iqbaal semakin mendekat lalu menempelkan dahinya ke dahi rena.

"Hm??" Guman iqbaal dengan senyumnya.

Lalu hidung iqbaal menyentuh hidung rena.
Rena memejamkan mata nya erat-erat, menelan ludah, membahasi bibirnya, mengigit bibir bawahnya sekilas dan sedikit menundukkan kepalanya.

Iqbaal dengan cepat mengarah ke telinga rena,
"Good luck..semoga mendapat restu dari calon mertuamu beb.." , iqbaal berbisik di telinga rena.

Rena langsung membuka matanya, dia melotot pada iqbaal.

"Hm? Why beb? Kamu mikir yang aneh-aneh ya? Ternyata rena ku genit yaa" , iqbaal menyentil dahi rena.

"Aw..sakit..ih jahatt bangett siiii baal..huh!" , rena menhentakkan kaki kanannya ke lantai sambil mengusap jidatnya yang sakit.

"1-1..ahahha" , tawa iqbaal lalu berbalik berjalan meninggalkan rena.

"Huh.. awas aja nanti aku bales!" , rena mengembungkan pipinya lalu berjalan mengikuti langkah iqbaal di belakang.
Tiba-tiba iqbaal menghentikan langkahnya sehingga membuat rena menabrak punggung iqbaal.

"Ihh.. kok tbtb berhenti sihh.. jadi naa...."
Iqbaal langsung berbalik melingkarkan tangan kanannya di leher rena dan tangan kiri iqbaal di saku celananya, lalu dengan cepat iqbaal mengecup dahi rena.

"Brakk..kaan..." , rena melanjutkan kata-katanya yg terpotong dengan pelan.

Lalu iqbaal pergi meninggalkan rena dan keluar dari perpustakaan.

#rena POV

Aku masi mematung di tempat aku berdiri. Pikiranku melayang terbang tanpa arah tujuan. Aku mengedipkan mataku beberapa kali. Iqbaal.. iya iqbaal.. tadi dia, mencium dahi ku (?) . Sudut bibirku pun terangkat tanpa kusadari.

"Kyaaaa... so sweet.. gila.. aku bisa meleleh..di cium di jidat aja sebahagia ini..apalagii..... kyaaaa!!!!"
Rena melompat-lompat bahagia. Lalu dia keluar dari perpustakaan dengan hati gembira. Sangat gembira.

#iqbaal POV

Deg..deg... gue udah di luar perpus.. jantung gue.. masi deg degan gini..gila....
Hah.. tadinya si sempet terlintas di otak gue untuk kiss si rena, tapi untung gue masi bisa nahan diri.. tapi ya gitu deh.. gue jadi reflek malah kiss dahinya rena.. well, kalo sekedar dahi gpp lah ya.. teehee
Inget muka rena td yang langsung merah, cute bgtt.. hahaha #cuteness overload #veryover

...

Fate Of Love 7

#flashback on

*Rena POV

Rena sedang menangis di dalam mobilnya, baru beberapa saat yang rena harus meninggalkan sahabat nya yang dia sayangi.

"Renaa.. jangan nangis terus dong, nanti jadi jelek loh." Hibur mama nya yang sedari tadi melihat rena menangis.

"Biarin!! Gara" mama papa rena jadi pisah sama iqbaal! Padahal rena kan sudah berjanji sama iqbaal untuk selalu bersamaa... hiks.."

"Rena ku sayang, maafin papa dan mama ya, ini juga untuk kebaikan kamu nak." , jawab papa rena.

"Kebaikan aku?"

Mama nya tersenyum dan menjelaskan , "iyaa rena.. kita ke surabaya karena pp dan mm ada kenalan disana yang bisa memberikan donor ke rena."

"Donor?? Donor itu apa ma?? Kenapa donor nya ke rena??" , tanya rena yang tidak mengerti perkataan mamanya.

"Donor itu yaa seperti seseorang memberi salah satu organnya kepada rena." , jawab mama nya lebih singkat agar lebih dimengerti rena.

"Organ? Memang nya rena kenapa? Rena kan ga cacat mah, kok rena di kasih organ lagii???"

"Rena,, kamu itu sakit rena sayang, jantung kamu itu lemah, jadi agar jantung kamu kuat, kamu harus menerima jantung yang lain." , jawab papa rena

"Iaa rena, ini semua demi kebaikan kamu, juga kebaikan iqbaal, nanti kan kalo km sehat dan kuat bisa main sepuasnya dengan iqbaal... kamu nanti akan ketemu iqbaal lagi kok sayang, setelah operasi kamu selesai nak." , mama rena menjelaskan sambil tersenyum meyakinkan anaknya.

"Benarkah ma??pa?? Jadi rena akan bertemu iqbaal lagi?? Kyaaa... makasih papa mama, rena senang bangett, rena mau di operasi secepatnya kalau begitu yaa ma, pa..." , rena senang kegirangan lalu mencium pipi mama dan papa nya.

Rena terlihat sekarang , "baal.. tunggu rena yah, rena akan kembali lagi ke iqbaal dan kita akan bersama lagi." Kata rena dalam hati nya sambil tersenyum dan berandai-andai mereka akan bermain bersama kembali.

Lalu...

"Papa.. awaaassss!!!!" , mama nya berteriak melihat truk dari arah depan melaju dengan cepat keluar jalur.

Ciiitttttt.... Bruaaakkkk!!!!!!

Mobil rena pun keluar jalan terlempar-lempar ke arah dataran rendah di samping jalan.

Rena hanya terkejut menatap semua kejadian itu dengan tatapan kosong. Melihat papa nya yang berusaha membanting setir mobilnya, dan mama nya yang berteriak dan sedang berusaha menggapai dirinya yang terduduk di jok belakang. Mama rena memeluk rena dengan erat, memastikan agar rena tidak kenapa-napa , cukup diri nya yang terluka bukan anak kesayangannya.

Mobil pun terbalik dengan penuh kerusakan bagian depan dan atas mobil. Asap mulai keluar dari mobil tersebut. Orang-orang mulai berdatangan melihat kecelakaan tersebut. Tim penyelamat pun datang untuk menolong korban kecelakaan ini.

"Ngh... ma,, paa,, sakittt... mama.." , rena yang masih berada di dekapan mama nya berusaha memanggil mama dan papa nya untuk bangun.

"Mama... papa... bangun.. rena sakitt.. "

Mama papa nya tak kunjung menjawab panggilan rena.

"Mamaa!! Papa!! Banguunn..! Maaa!!! Paaa!! "

Rena mulai menangis, melihat mama nya yang berlumuran darah, begitu pula papanya. Kepala rena terasa pusing dan sangat sakit. Sepertinya kepala rena mengalami benturan yang cukup keras.

"Ma~ ,, Paa~,, " , suara rena mulai memelan dan terdengan lemas. Rena mulai kehilangan kesadarannya, penglihatannya mulai gelap. Ia hanya dapat samar-sanar melihat tim penyelamat yang berusaha menyelamatkannya.

"Iqbaal..."

Rena pun kehilangan kesadarannya.

****

Rena mulai membuka matanya perlahan. Cahaya putih mulai menusuk mata rena, melihat sekeliling dan mendapati ada seorang tante di sampingnya.

"Renaa.. kamu udah bangun?? , Dokterrrr!! Dokk!!"

Tante itu memanggil dokter melihat rena sudah terbangun.

"Rena, kamu gpp ? Ada yang sakit?? " , tante itu mulai mengajak ngomong rena.

Rena hanya terdiam mendengar pertanyaan yang dilontarkan. Dokter pun datang memeriksa rena. Setelah memeriksa dokter itu mulai memberi instruksi pada suster yang menangani rena.

"Rena.. syukurlah kamu bisa diselamatkan.."

"..."

" Tante siapa? Rena siapa? "

Deg. Tante nya mulai meneteskan airmata mendengar ucapan rena.

"Rena.. ini tante sayang, tante siska.. tante siska yang sering main dengan kamu kalau kamu mengunjungi tante di surabayaa,, rena itu nama kamu sayang."

"Tante siska? Maaf tante, aku sepertinya tidak ingat aku mengenal tante." , rena hanya menjawab datar.

"Dokter.. ini rena keponakan saya kenapa?? Apa dia lupa ingatan dok???" , tante siska mulai bertanya pada dokter tsb.

"Hm.. sepertinya rena kehilangan ingatannya bu, itu terjadi karena saat kecelakaan rena mengalami benturan yang keras pada kepalanya." , dokter menjelaskan.

"Ya ampun.. renaa.. kasian sekali kamu nak,, orang tua kamu pun sudah meninggal di tempat kejadian.." , dalam hati tante itu mengasihani rena.

"Rena.. tante itu saudara mama kamu.. tante siska.. rena nanti akan tinggal sama tante yaa sayang.." , tante siska memegang tangan rena.

Rena hanya terdiam dan mengangguk.

****

8 tahun berlalu

Rena saat ini tinggal di surabaya bersama tante siska. Seiring bertumbuhnya rena , rena mengetahui papa mama nya meninggal saat kecelakaan tersebut. Rena hanya dapat mengingat kedua orang tuanya dengan foto yang tersisa di berikan oleh tante siska. Foto itu ada dirinya mama papa nya dan seorang anak lelaki. Sampai sekarang rena belum tau siapa lelaki itu.

Kini rena sudah berumur 16 tahun, ia tumbuh menjadi gadis yang sangat menarik, manis dan baik hati. Oh ya, rena masih memiliki jantung yang lemah. Setelah kecelakaan terjadi, tante nya tidak tahu kenalan mama rena siapa. Tante siska tidak mendapat kabar tentang itu, jadi hingga sekarang rena hanya rutin mengecek kondisi nya di rumah sakit terdekat.

Tapu suatu hari, saat rena bangun , ia mendapatkan bahwa tante nya pergi meninggalkan dia. Dia bangun menemukan surat beserta buku tabungan yang di tinggalkan tante siska. Rena sangat merasa sedih, kini ia seorang diri. Lalu rena pun memutuskan untuk pergi ke jakarta yang ia ketahui adalah kota kelahirannya.

****

Di jakarta, rena menempati rumah kontrakan yang cukup untuk diri nya sendiri. Setelah berberes-beres, rena memutuskan untuk pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan sehari-harinya. Setelah berbelanja dan hendak pulang, hujan pun turun sangat deras.

"Aah.. hujaan.. gimana ini, aku tidak membawa payung.." , rena kebingungan di depan supermarket menatap langit yang sepertinya akan menurunkan hujan dalam waktu yang lama.

Lalu rena mendapati seorang lelaki memberikan dia payung.

"Ini pakai saja." , setelah memberi payung lelaki itu langsung memakai topi jaketnya dan menerobos hujan meninggalkan rena.

"Eh.. bang , eh mas,, serius ini?" , rena bertanya kepada lelaki tsb tapi ia sudah jauh.

"Wah.. baik sekali orang itu.. hm tampan juga.. hehe.. eh udah ah pulang deh..." , rena tersenyum mendapati ada orang setampan dia dan baik hati. Dalam hati rena berharap dapat bertemu orang itu.

****

Hari ini rena pergi ke sekolah yang akan ia daftar untuk menjadi siswi disana untuk menyelesaikan semua administrasi dan mendapatkan seragamnya.

"Wah.. sekolah ini sepertinya asik, besar lagi.." , bangga rena dan tidak sabar untuk menjalani kehidupan nya di sekolah ini. Setelah keperluan nya selesai, rena melewati lapangan sekolah. Terlihat beberapa siswa sedang bermain bola basket disana. Lalu terdengar sorakan beberapa siswi di tepi lapangan yang menonton permainan bola basket tsb, atau lebih tepatnya bisa dibilang bersorak karena menonton salah satu siswa yang ,, hm,, keren (?).

Mata rena terarah pada siswa yang menarik mata semua siswi sekolah ini. Siswa itu bermain basket dengan lihai dan jago, di tambah gerak-gerik nya yang keren dan membuat para siswi-siswi itu meleleh. *ehh

"Wah.. siswa itu keren juga, jago lagi.. hm.. eh.. tunggu.. kayak nya aku kenal deh.. mm.." , rena terdiam sejenak mengingat siapa lelaki tsb.

"Ahaa... diaa kann.. lelaki itu yang meminjamkan aku payungg!!!.. waah kebetulan sekali dia sekolah disiniii!!" , rena terlihat sangat senang mengetahui itu.

"Wah.. populer juga dia.. siapa nama nya?? Baal?? Iq?? Baal?? Iqbaal??" , rena berusaha mendengar teriakan para siswi yang menyoraki nama lelaki tersebut.

"Oh.. iqbaal nama nya.. semoga aku 1 kelas dengan nya.."

Rena pun meninggalkan lapangan dan bergegas pulang.

****

Hari pertama rena masuk sekolah pun tiba. Ia memasuki ruang kelas nya setelah di panggil oleh guru tersebut.

" Silahkan perkenalkan dirimu kepada teman-teman mu", dengan lembut dan senyuman yang hangat bu guru meminta murid baru tersebut.

" Selamat pagi! Halo nama aku Rena Tandinata! Kalian bisa panggil aku Rena. Salam kenal mohon bantuan nya ya" , dengan riang rena memperkenalkan diri.

" Baik rena.. kamu bisa duduk di ujung sana di sebelah iqbaal"

Deg.

"Iqbaal? Si lelaki payung kah?? " , tanya rena dalam hati lalu melihat ke tempat duduk yang di arahkan gurunya.

"Ah.. kyaa.. benar!! Itu iqbaal yang aku temui di supermarket dan yang bermain basket kemarin! Wah lucky duduk di samping dia!" , sorak rena dalam hatinya.

"Iya terima kasih bu" , jawab rena.

Rena pun berjalan menuju tempat duduk nya, beberapa murid lain melirik rena. Ya rena memang tidak cantik tapi rena mempunyai wajah yang sangat manis dan imut.

Rena pun duduk di tempat duduknya.

"Semoga dia bukan orang yang cuek atau sombong" , rena berbicara dalam hati.

Cowo yang menjadi teman sebangku rena memperkenalkan diri.

"Haii.. gue Iqbaal dhiafakhri ramadhan. lo bisa panggil gue iqbaal" , ucap iqbaal sambil memberikan tangan nya untuk bersalaman.

"Hai jg.. aku rena! Salam kenal ya" , rena membalas tangan iqbaal.

"Kyaa.. dia mengajakku berkenalan! Syukurlah dia baik hati." , lega hati rena mendapati iqbaal yang baik.

****

-Kantin-

Iqbaal dan rena makan berdua di kantin. Beberapa murid lain terutama perempuan melirik mereka berdua, terkadang sambil berbisik, ada juga yang melihat rena dengan sinis. Rena yang menyadari hal itu pun bertanya pada iqbaal.

" baal.. kok kayaknya yang lain pada liatin kita ya? Malah ada yang liat nya sinis banget lagi ke aku"

Iqbaal pun menyadari hal itu.

"Ah biasa lah mereka iri sama lo soal nya lo bisa makan bareng gue. Secara gitu gue kan cowo populer di sekolah ini, udah cakep, pinter,baik, ketua basket kurang apa lagi coba" , puji iqbaal terhadap dirinya sendiri.

" Oh ya?? waah beruntung dong aku bisa makan sama kamu! ga salah ternyata bayangan ku selama ini ke kamu..", rena terkagum-kagum pada iqbaal.

"Ha? selama ini? kan lo baru ketemu gue hari ini", iqbaal  pun bingung dengan perkataan rena.

"Eh iaa yaa.. ya udah lupain aja,, hehehe" , jawab rena.

"Yee dasar aneh lo!", iqbaal pun menyentik jidat rena.

"Aww.. sakiitt", rena meringis kesakitan memegang jidat nya sambil memanyunkan bibirnya.

"Ah.. fiuh.. keceplosan kan renaa.. dasar..untung aja ga ketauan ma iqbaal kalo aku udah tau dia dari dulu.hihi

Fate Of Love 6

#flashbask on

9 tahun yang lalu

"Huaaaa,,, sakittt... hikss hikss.."

Terlihat seorang anak perempuan berumur 8 tahun menangis di taman. Lalu munculah seorang anak laki-laki dengan membawa 2 ekor anjing husky berwarna putih dan hitam. Anak lelaki itu pun menghampiri anak kecil yang menangis tersebut.

"Hai.. kamu kenapa nangis???"

"Rena jatuh... kaki rena sakiitt... hiks hiks.. rena mau pulang,, huaaa" , anak perempuan bernama rena itu terus menangis.

Anak lelaki itu pun jongkok membelakangi rena.

"Cini aku gendong rena , biar aku yang anter rena sampe rumah"

Rena pun melongo, "memang nya kamu bica gendong rena??"

"Bicaa, ayoo naikk, biar luka kamu bica cepet di sembuhin"

Rena pun naik ke punggung anak lelaki itu. Anak lelaki itu mulai berdiri dan berjalan menggendong rena. Tidak lupa juga dia mengajak anak anjing nya.

"Kuro,hiro come"

Setelah menelusuri jalan, anak lelaki tersebut sudah mulai kelelahan.

"Maaf yaah, rena berat ya? Rena di turunin aja deh di cini gak papa, kamu nya kacian" , rena merasa kasian dengan dia.

"Gpp kok, aku kuat, aku bakal bawa kamu sampe rumah."

*sesampai di rumah rena

"Pelmiciii!! Tantee,, ada renaa lagi cakitt", teriak anak lelaki tersebut.

Lalu seorang wanita pun keluar dan terkejut.

"Ahh.. renaa!! Ya ampun my girl, what happen to you?? " , tante itu panik melihat anak nya luka dan di gendong oleh anak kecil yang sepantaran dengan rena. Tante itu pun membawa rena dan mengajak masuk anak lelaki tersebut.

"Mama,, cakitt.. hiks.. kaki rena cakitt" , rena menangis manja kepada mamanya.

"Cup cup, tahan ya sayang, ini mama lagi obatin luka nyaa.... nah udah, selesaii.." , tante pun meniup" luka rena. "Rena, bilang apa sama temen km yang udah bantu kamu?"

"Makacih ya udah tolongin rena", rena pun tersenyum manis kepada lelaki itu.

Anak lelaki itu tersipu malu, pipi nya bersemu merah, mungkin terpesona oleh kemanisan rena. XD

"Iaa.. cama", kata mama aku kita harus saling menolong."

"Pintar sekali kamu nak, kamu tinggal dimana??", tanya tante

" aku tinggal di sebelah rumah tante, kebetulan ternyata rumah rena di sebelah rumah aku tan."

"Wah, berarti kamu anak nya Melissa ya?, nama tante Raisa, tante temen mama kamu loh", " yaudah tante tinggal dlu ya, kamu temenin rena dulu ya"

Tante raisa pun pergi meninggalkan mereka berdua.

"Oh iaa, nama kamu cp???", tanya rena sambil mengulurkan tangannya.

"Nama aku Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan , panggil aja aku iqbaal!", membalas salam dari rena.

"Nama panjang kamu siapa??"

"Nama panjang aku Rena Velixia Putri!! Karena kamu udah tolongin aku dan kebetulan kamu tinggal di sebelah rumah aku, kita temenan yaa, kita sama-sama terus." , rena tersenyum dengan senang.

"Oke rena.. kita selalu bersama yaa, janji??", iqbaal mengulurkan kelingking nya.

"Janji" , balas rena dengan mengaitkan kelingking nya di kelingking iqbaal.

***

"Iqbaaalll!!!"

"Halo renaa, ayo macuk cini! " , iqbaal mengajak masuk rena yang berada di depan pintu rumah nya.

"Waah haii kuro, hiro!!" , rena memanggil anak anjing nya iqbaal.

Iqbaal mempunyai 2 anak anjing husky, 1 kuro berwarna hitam putih dan 1 nya lagi berwarna putih. Mereka sudah sangat dekat beserta anjing"nya. Tiada hari dimana mereka tidak bersama.

"Rena.. ini buat kamu." , iqbaal memberikan kalung dengan cincin sebagai liontinnya.

"Ini kalung baal? Buat aku? Kenapa?" , rena menerima kalung tersebut dan menatapnya.

"Sini aku pakein" , iqbaal pun mengambil kalung tersebut dan memakaikan nya ke rena.

"Aku juga ada loh" , iqbaal menunjukan kalung yang sama ke rena.

"Kamu dapat darimana?kok bisa ada??"

"Kemarin aku liat ini, terus aku minta mama beliin karena aku mau kasi kamu cincin ini"

"Lalu kenapa cincin nya dikalungkan?" Rena terlihat bingung.

"Ya kan jari kita terlalu kecil rena buat pake cincin nya,, aku kasi ini kamu sekarang dalam bentuk kalung, cincin ini sebagai tanda bahwa kita harus selalu bersama ya sampe nanti kita dewasa nanti dan bisa memakai cincin ini bersama..."

"Hehe.. makasih yah baal, akan aku jaga baik-baik cincin ini, kita harus selalu bersama yaa" , rena tersenyum dan tersipu malu, dia sangat senang bahwa dia akan selalu bersama , tumbuh bersama dengan iqbaal.

Tapi....

*****

"Renaa!!! Kamu mau kemana??"

Iqbaal berlari keluar pagar rumahnya, menyusul rena yang sedang di luar rumah rena.

Ya, keluarga rena akan pindah ke surabaya. Barang-barang pun tengah di angkut ke mobil. Om harry dan Tante Raisa berpamitan dengan orang tua iqbaal. Sedangkan rena, raut muka nya sangat sedih, dia tidak ingin berpisah dengan iqbaal.

"Renaaa... kamu mau kemana? Jangan pergii" , iqbaal berlari memegang tangan rena.

"Aku gatau, keluargaku bilang aku harus pindah ke surabaya.. hiks hiks.." , rena mulai meneteskan air mata.

"Rena, ayoo kita berangkat sayang" , tante raisa mengajak rena untuk masuk mobil.

"Gamau ma!! Rena ga mau pisah sama iqbaal!!" , rena menangis.

"Tante , jangan bawa rena pergi!! Jangan pisahin iqbaal ma rena tante!! Iqbaal sama rena harus selalu bersamaa", iqbaal memeluk rena seakan tidak ingin melepaskan rena untuk pergi.

"Ale, jangan begitu.. itu rena nya harus pergi." , ujar tante Melissa(mamanya iqbaal) sambil menarik iqbaal melepaskan rena. Tante raisa pun berbuat demikian.

"Iqbaaall!! Rena gamau pergii!!. Huaaaa..." , rena menangis sejadi-jadinya.

"Renaaa, jangan tinggalin iqbaal! Kan rena udah janji kita harus selalu bersamaa!! Renaaa..! " , tangan iqbaal yang nemeluk rena pun lepas.

"Renaaa!!!.. huaaa.. ma, tahanin rena ma, iqbaal gamau pisah ma renaa" , iqbaal menangis sambil memohon kepada mama nya.

Mama nya tidak bisa berbuat apa-apa, mobil rena pun sudah melaju pergi dan menghilang dari pandangan.

Iqbaal masih menangis di jalan sepeninggalan rena, lalu iqbaal melihat sesuatu yang jatuh, itu adalah kalung rena! Iqbaal mengambil kalung tersebut.

"Rena, semoga kita bertemu kembali yaa.. hiks.."

********

"Renaa!!!"

Rey terbangun dari tidurnya. Hah, dia bermimpi tentang masa kecilnya bersama rena.

"Akhirnya kita bertemu lagi rena, my princess.. setelah sekian lama kita terpisah, walau kamu lupa akan masa kecil kita, yang terpenting sekarang, kamu disini.. di sampingku.. semoga kita akan terus bersama..."

****

Hari sudah pagi. Rena pun bangun dari tidurnya, lalu bergegas mandi. Setelah selesai mandi rena keluar kamar dan mendapati para teman nya sedang makan di meja makan. Bastian melihat rena lalu memanggilnya.

"Hai ren! Ayo sini makan." Sapa bastian

Iqbaal yang menyadari adanya rena segera menoleh ke belakang ke arah rena dan tersenyum.

"Morning my princess.."

"Ciiiehhhh... yg lagi kasmaran nii..", goda para teman-temannya. Rena hanya tersipu malu, lalu berjalan dan dudum di sebelah iqbaal. Mereka pun mulai makan nasi goreng yang telah siap.

****

2 bulan telah berlalu

Para siswa/i di sekolah akan menghadapi ujian nasional bulan Mei nanti. Untuk saat ini mereka masih menghadapi beberapa Tryout. Hari ini di kelas rena ada pelajaran olahraga. Para murid pun berganti baju olahraga dan berkumpul di lapangan. Hari ini mereka akan melakukan lari maraton. Para murid mengeluh terutama yang perempuan. Ya, siapa juga yang suka lari maraton? Haha.. :p

Mereka mulai berlari, rena dan iqbaal lari berdampingan. Rena terlihat capek saat berlari.

"Ren,, kamu kayak nya cape banget, kan lom lama kita larinya.. kamu gpp??" , ujar iqbaal yang agak khawatir dengan rena sambil berlari berusaha menyamakan posisi mereka.

"Haa? Gpp kok baal, oiaa kamu ga sah tunggu aku, kalo kamu mau lari, lari ajaa sana.." , rena tersenyum. Nafas rena terlihat tidak beraturan.

"Okee deh ren" , iqbaal pun mulai berlari sesuai standar dia. Rena masih berlari ketinggalan dan tidak bisa menyusul iqbaal. Tiba-tiba rena merasakan sakit dan tangan nya memegang bagian dadanya. Sambil berlari dan memegang rasa sakit itu, rena tidak bisa melanjutkan lari lagi. Rena pun berhenti dan jatuh dengan posisi duduk.

Iqbaal yang masih berlari, menoleh ke belakang untuk melihat dimana rena. Ia terkejut melihat rena terjatuh di lapangan dan langsung berlari menghampiri rena.

"Rena.. kamu gpp? Kamu kenapa??" , iqbaal memegang bahu rena.

"Gpp kok baal. cuma kecapean ajaa." , rena mencoba berdiri sambil di bantu iqbaal. Tapi rena malah lemas lalu pingsan.

"Rena! Aduh kamu kok pingsan si." , iqbaal pun menggendong rena di depan dan membawa nya ke UKS.

Setelah beberapa lama, rena terbangun.

"Hm.. ini dimana?" , mata rena masi setengah terbuka sambil melohat sekeliling.

"Kamu di uks sayang, tadi pas lari kamu pingsan.. kamu sakit? " , tanya iqbaal yang sudah dari tadi menemani rena tertidur.

Rena terdiam sesaat, dia terlihat bingung ingin menjawab apa.

"Aa..ng.. ga kok.. pling cma krn kecapean ajaa kok.. ga sah khawatir." , rena berusaha meyakinkan.

"Oo ya udh.. udah jam 3 nih , sekolah udah bubar.. kamu tunggu ya di sini aku ambilin tas kita di kelas."

"Oke baal..."

"Siip.. kamu istirahat aja dulu ya sayang" , iqbaal meletakan tangan nya di belakang kepala rena dan mengecup keningnya.

Rena hanya terdiam sambil melihat iqbaal yang sudah keluar dari UKS. Rena terlihat melamun dan raut mukanya sedih.

"Apakah aku harus mengatakan rahasiaku ini? , rena bergumam.

****

Fate Of Love 5

"Hoi baal, rena! baru balik lo??ciee berduaan ajaa nih." Bastian menggoda iqbaal dan rena yang baru balik ke villa.

"Eh.. rena kenapa itu?? kok di gendong baal?" tanya thalia yang menyadari keanehan tersebut.

"Oh itu tdi si rena jatuh jadi kaki nya terkilir gitu" iqbaal menjelaskan

"Wah lo gpp kan ren??" tanya bastian agak khawatir.

"iaa gpp kok bas" rena tersenyum.

Bastian hanya membalas dengan senyumannya yang lembut.

"udah ya.. gue mau anter rena dulu ke kamar.. byee" ucap iqbaal sambil berjalan menuju kamar nya.

Sesampainya di kamar, iqbaal berjalan mendekati tempat tidur dan menurunkan rena untuk duduk di kasur.

"Thanks ya baal udah gendong aku sampai villa"

"Iaa sama-sama,, aku tinggal dulu ya.. bye." Iqbaal bergegas meninggalkan rena.

"Eh baal.. ih iqbaal kok buru-buru banget si pergi, dia mau kemana coba, bukannya rawat aku gitu." rena cemberut melihat iqbaal yang sudah meninggalkan dia.

Dengan kaki rena yang masih sakit dan rey yang tidak tau dimana, rena terpaksa jalan pincang mengambil baju ganti dan handuk untuk bersiap-siap mandi di kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya. Setelah bersusah payah mandi dengan kaki yang tak bersahabat, sekarang rena sudah bersih dari noda-noda bekas dia jatuh tadi.

Rena berjalan keluar dari kamar mandi dan melihat sekitar kamar. Rena masih tidak melihat tanda-tanda iqbaal sudah balik. Dia pun memutuskan untuk keluar kamar, masih dengan kaki pincangnya rena berjalan sambil bertopang pada tembok menuju ruang tamu. Di ruang tamu pun rena tidak melihat sosok iqbaal, jadi dia tetap berjalan menuju teras. Rena mulai melewati pintu villa tersebut, rena bermaksud untuk duduk di kursi teras sambil menunggu kedatangan iqbaal. Akan tetapi rena tidak melihat sandal dan sepatu yang berserakan di teras depan di dukung kaki pincang nya yang menyebabkan rena tidak bisa seimbang pun ia sudah bersiap-siap untuk jatuh. Tapi untungnya sebelum rena terjatuh sebuah tangan telah menahan tubuh rena. Rena pun menoleh ke belakang.

"Iqbaal?? " rena terkejut melihat kehadiran iqbaal tiba-tiba.

"Lo ngapain sih?? udah tau kaki kayak gitu masih aja bandel jalan-jalan..lo mau ngapain emang nya?!" ucap iqbaal dengan nada agak membentak sambil membantu rena duduk di kursi.

"Ya sorry lah.. aku cuma mau cari kamu soalnya kamu tadi tiba-tiba pergi dan ga balik-balik." rena memasang muka murung, apalagi setelah mendengar iqbaal agak membentaknya.

Iqbaal terdiam dan mulai berbicara dengan lembut.

"Sorry yah aku ga maksud bentak kamu, habis tadi aja kamu hampir jatuh, kalo kamu kenapa-napa gimana? Maaf yah aku lama, tadi ak buru-buru pergi cari apotik buat beli ini." Iqbaal mengeluarkan balsem untuk memijat kaki yang terkilir.

"Dari tadi kamu pergi cari ini? ya ampun makasih ya baal, jadi bikin kamu repot nih." ucap rena yang merasa tidak enak

"Ya elah ren.. mana repot si kalo buat pacar aku tersayang.." iqbaal mencubit pipi rena sambil tersenyum.

"A,,eh,, pacar?" rena mulai salting dan pipinya memerah.

"iaa pacar.. kenapa? kamu ga mau jadi pacar aku ya??"

"Eh gaa.. bukan gitu, aku cuma ga percaya aja kita udah pacaran..hehe." rena tersenyum malu-malu

"haha dasar kamu.. udah sini aku semprot ya kakinya." Iqbaal memegang kaki rena dan mulai mengurut kaki rena.

"Aw.." , ringis rena

"Sorry.. tahan ya?" tanya iqbaal

"Hm iaa, lebih mendingan nih rey.. thx baal.. kamu care banget sama aku" rena tersenyum

"Iyaa, sama-sama.. sini aku urut lagi." Iqbaal mulai mengurut lagi

"Eh baal. udah , kamu mandi dulu gih, udah sore nanti kamu dingin lagi mandi nya,, aku bisa sempot sendiri kok." ucap rena sambil menahan iqbaal

"Beneran bisa? Ya udah aku mandi dulu yaa." Iqbaal pun bangun dan pergi masuk ke villa, tak lupa juga iqbaal mengusap-usap kepala rena.

Setelah iqbaal meninggalkan rena untuk mandi, tinggalah rena sendiri di teras. Rena tersenyum-senyum sendiri mengingat iqbaal yang begitu perhatian dengannya. Lalu muncul seorang cowok dari pintu villa.

"Hoi ren.. ngapain lu senyum-senyum sendiri? gila ya lu? hahaha.." bastian muncul dari pintu villa dan menhampiri rena

"Eh bas... enak ajaa..ga lah yaa." rena menoleh ke bastian yang sudah berada di depannya sekarang

"Itu kaki lo gimana? masi sakit??" tanya bastian sambil menunjuk kaki rena

"Udah mendingan sih karena tadi iqbaal udah urut kaki aku."

"oh bagus deh.. eh lo udah pacaran ya sama si iqbaal??"

"Eh.. a.. ng.. iaaa.. udah.." rena menjawab pertanyaan bastian terbata-bata dan mukanya jadi merah.

"cieee akhirnya lo berdua jadi juga..congrats yaa.." bastian mengulurkan tangannya untuk memberikan selamat.

"iaa, thx bas.." rena membalas tangan bastian.

"Oh iaa itu balsemnya ya?? sini gue bantu urutin." Bastian mulai jongkok dan mengambil kaki rena.

"Eh ga sah bas.. aku bisa sendiri kok." rena menahan tangan bastian.

"Udah gpp gue urutin sini biar cepet sembuh." Bastian tetap bersih keras ingin membantu rena.

"Ga usah bas serius, aku gpp kok.." rena menarik kakinya dari tangan bastian.

"ya elah ren.. ga bakal gue apa"in kok.. gue kan cuma mau bantu lo"

"Ehem.. ada apa nih? kayaknya seru amat.." iqbaal muncul dari pintu villa dengan rambut yang masih basah.

"Eh cowo nya udah dateng nih" bastian mulai bangun berdiri.

"Lo ngapain sama rena?" ucap iqbaal dengan dingin

"Gue cuma ngobrol bentar kok sama rena, terus gue tadi cuma mau bantuin urut kaki rena."

"Dia bukan anak kecil lagi kali, dia bisa urut kakinya sendiri." jawab iqbaal masih dengan nada dingin

"Wih sorry bro.. jangan jealous gitu dong.. tenang gue ga bakal ngapa-ngapain cewe lo kok, gue kan ada thalia..ya udah gue duluan yaa.." bastian menepuk pundak nya iqbaal dan masuk ke dalam villa.

"Baal.." rena memanggil iqbaal sambil memegang tangannya.

"Hm.." iqbaal menjawab dengan singkat

"Baal...jangan cemberut dong.. jealous ya jealous??" goda rena sambil memeluk tangan iqbaal.

"Ya kalo jealous kenapa? ga boleh?? yah aku ga suka aja kalo kamu deket-deket cowo lain selain aku.." iqbaal memalingkan muka nya dari rena sambil menggaruk kepalanya.

"Iaa tapi aku ga deket-deket kok.. sorry yaah.. jangan cemberut lagi dongg.." rena memohon memelas ke iqbaal sambil menggoyang-goyangkan tangan iqbaal.

Iqbaal menoleh ke rena dan berkata, " iaa deh iaa aku ga cemberut lagii.." iqbaal pun mencubit hidung rena

"Ya udah masuk yuk ke dalem, kita makan.. laper nih aku.." ucap iqbaal

"okee yuu makan.." tutup rena sambil berdiri di bantu oleh iqbaal.

****

Fate Of Love 4

"Aku sayang sama kamu baal, sejak dulu aku sudah jatuh cinta denganmu..."

Mereka terus saling bertatapan. Iqbaal juga tidak merespon.

"Baal.. kamu juga su.."

"Renaa..." iqbaal menyela pembicaraan rena

"Maaf...." iqbaal menunduk saat itu

Rena mendengar kata maaf dari iqbaal terdiam.

"..... baal? ke,, napa??"

"Maaf ren.. gue ga bisa" iqbaal masih menunduk, iqbaal tidak bisa menatap wajah rena saat ini.

Rena hanya tidak bisa percaya akan jawaban iqbaal, karena rena merasakan iqbaal juga suka sama dia. Apa dia hanya kegeeran? Semua nya sirna, iqbaal telah menolak rena. Hati rena terasa sakit, dia tidak kuat menahan pedih hatinya. Tetes air mata pun jatuh mengalir di pipi rena.

"Haha,,ha, ha... kamu ga sah minta maaf kok baal.. aku tau kita cuma sebatas sahabat..maaf yah atas pengakuanku, lupain aja semua nya.. " dengan suara yang bergetar rena berusaha tersenyum.

"Aah akuu,, pergi dulu yaa.. mm Byee baal.." rena pun bangkit berdiri lalu meninggalkan iqbaal yang masih duduk menundukan kepalanya.

"Siaal!!"

#Iqbaal POV

"Aku sayang sama kamu baal, sejak dulu aku sudah jatuh cinta denganmu..."

"Demi apa.. rena nembak gue??" ( dalam hati)

Kita terus saling bertatapan. Aku juga tidak bisa merespon. Aku bingung harus gimana. Gue sayang sama rena.. gue cinta sama dia.. tapi...

Tapii... apa gue bilang aja gue juga sayang sama dia?

"Baal.. kamu juga su..", rena melanjutkan

Gak.. gue ga bisa.. ga boleh!!!

"Renaa..." aku menyela pembicaraan rena

"Maaf...." aku hanya bisa menunduk saat itu

Rena mendengar kata maaf dari ku.. dia hanya terdiam.

"..... baal? ke,, napa??"

"Maaf ren.. gue ga bisa" gue masih menunduk, gue bener-bener gak bisa menatap wajah rena saat ini.

Shit! Ah! Hati gue sakit.. gue tau rena pasti nangis sekarang. Tapi gue bisa apa?! Gue...

"Haha,,ha, ha... kamu ga sah minta maaf kok baal.. aku tau kita cuma sebatas sahabat..maaf yah atas pengakuanku, lupain aja semua nya.. " rena berusaha tersenyum.

Kenapa lo memaksakan diri lo tersenyum? Padahal mata lo tersirat kesedihan hati lo.

"Aah akuu,, pergi dulu yaa.. mm Byee baal.." rena pun bangkit berdiri lalu meninggalkan gue yang masih duduk menundukan kepala gue.

"Siaal!!"

Gue mengepalkan kedua telapak tangan gue. Lalu gue mengeluarkan sesuatu dari leher gue. Sebuah kalung yang tergantung sepasang cincin perak, terlihat itu seperti cincin pasangan. Gue menatap cincin tersebut.

#Iqbaal POV end

Raut muka iqbaal menampakan kesedihan.

"Maaf rena...aku,, sebenarnya aku juga sayang sama kamu... Tapi,, aku masih tidak bisa melupakan dia... Dia orang yang sampai saat ini masih bersinggah di hati ku walau aku tidak tau dimana dia berada.. Perempuan yang telah mengisi relung hatiku, Rena Velixia Putri... walau nama kalian sama, tapi kalian orang yang berbeda"

****

Setelah termenung cukup lama, iqbaal pun kembali ke villa. Sebenarnya masih sulit untuk dia bertemu dengan rena, tapi dia tidak ingin menghindari rena.

Iqbaal masuk ke villa, terlihat teman-teman nya yang bermain di ruang tamu, ada beberapa yang sedang makan siang, tapi iqbaal sama sekali tidak melihat rena disana. Lalu iqbaal memasuki kamar nya, kamar itu pun kosong. Iqbaal duduk di pinggir kasur, dia binggung kemana rena, padahal rena pergi meninggalkan dia duluan, kenapa rena belum sampai di villa?

Iqbaal pun berniat untuk keluar kamar, dia bangun dari tempat tidur dan berjalan. Saat berjalan dia tidak sengaja menyenggol dompet rena hingga terjatuh. Iqbaal pun memungut dompet rena, saat dia mengambil nya dompet rena terbuka. Dan saat itu juga dia melihat sebuah foto di dompet rena. Foto seorang anak perempuan dan anak laki-laki beserta 2 orangtua di belakangnya. Iqbaal pun terbelalak melihat foto tersebut.

"Inii... ini foto siapa? kenapa foto ini ada di dompet rena?? 2 orang tua ini kan om harry dan tante raisa.. dan cowo ini,, ini kan gue waktu kecil..." iqbaal pun terdiam dan terbingung untuk sesaat.

" Lalu anak perempuan inii.... ini rena kan? ini muka rena dulu,, rena teman masa kecil gue! Rena Velixia Putri! Kenapa rena ada foto ini??" Iqbaal berpikir sejenak. "Apa mungkin..??", dan iqbaal pun tersadar.

Iqbaal  langsung berlari keluar villa, ia ingin mencari dimana rena berada.

"Aaahhh..begoo! bego bego begoo!! Gue bego banget sih... Di saat gue mempertahankan hati gue untuk orang yang gue sayang dari gue kecil, gue malah telah menolak orang yang telah menyatakan cintanya pada gue! yang tak lain dia itu adalah orang yang gue sayang dari dulu! Kenapa gue ga sadar kalo nama mereka sama itu bukan hanya kebetulan? Pantas saja dari pertama gue liat dia, wajahnya ga asing..... Renaa, maafin aku... kamu dimana sekarang..." ucap iqbaal dalam hati sambil berlari mencari rena.

Sudah hampir sejam iqbaal mencari rena, tapi iqbaal masih tidak dapat menemukan rena. Iqbaal pun memutuskan untuk ke bukit tadi, disana pun iaa tidak menemukan rena. Iqbaal berjalan menelusuri bukit tersebut, semakin menelusuri di depan sana terlihat banyak pepohonan. Ia pun tetap berjalan ke arah pepohonan tersebut.

"Renaa!!! Rennn!!!  Renaa!! kamu dimana??" Iqbaal berteriak memanggil rena berharap rena dapat mendengarnya.

Sambil terus berteriak,  lalu iqbaal melihat seseorang disana. Orang itu tak lain adalah rena!

"Renaaa..!!!"

Iqbaal langsung menghampiri rena yang tergeletak dan langsung memangku rena.

"Renaa! bangun renn... renn maafin aku ren.. renaa please banguunn!!" , iqbaal sangat khawatir dengan kondisi rena, iqbaal terlihat sangat sedih.

Tak lama rena pun membuka matanya.

"Baal? kok kamu bisa disini?"

" rena?!! syukurlah kamu bangun renn... maafin kata-kata aku tadi ren,, aku salaah!" Iqbaal pun memeluk rena

"gpp kok baal..aku terima kalo kamu nolak aku"

" ga renn.. bukan itu maksud aku.. aku.."

" udaah baal... kamu ga perlu merasa bersalah kok.. aku gpp.. tapi aku harap kita masi berteman ya..."

"Ga renn... aku sayang sama kamuu.. aku tadi salah.." iqbaal melepas pelukan nya dan menatap mata rena

Rena terdiam mendengar perkataan iqbaal.

"kamu ga salah? tapi,, tadi,, kamu kan nolak aku baal..." rena pun kebingungan

Iqbaal pun memberikan foto yang tadi ia temukan. Rena melihat foto itu.

"Anak perempuan ini kamu kan??"

"iaa ini akuu baal..apa hubungan nya sama foto ini??"

"Dan 2 orang tua itu adalah orang tua kamu kan?? dan kamu gatau anak laki-laki ini siapa??"

"Aa.. aku.. gatau rey...." rena menatap foto itu

"Maksud kamu rena??" Iqbaal terlihat bingung

" Iaa.. aku cuma pernah di kasi tau kalau ini orang tua aku, tapi aku tidak tau siapa anak lelaki ini.. aku pernah cerita kan kalo orang tua aku udah ga ada? Orang tua aku meninggal karena kecelakaan dalam perjalanan ke surabaya. Aku pun turut terlibat dalam kecelakaan tersebut. Orang tua ku tidak selamat dari bencana tersebut, hanya aku yang selamat. Sejak itu pun aku tidak dapat mengingat apapun, nama ku, orang tua ku, teman, semua nya. Aku di adopsi oleh sodara mama aku yang di surabaya, dia yang menceritakan siapa papa mama aku. Dia juga yang memberi tahu nama aku, walau nama ku Rena tandinata, tapi tandinata itu hanya mengikuti nama keluarga tanteku. Dan saat aku duduk di bangku SMA, tante ku meninggalkan ku. Jadi aku memutuskan untuk pindah ke kota dimana dulu aku tinggal yaitu jakarta." rena menceritakan semua itu ,raut muka rena pun terlihat sedih.

"Rena.. kamu ingat saat aku bilang aku ada orang yang aku suka?? orang itu adalah teman masa kecil ku... Kita tetanggaan dari kecil, kita selalu bersama... akan tetapi suatu hari dia dan keluarga nya pindah keluar kota.. kamu tahu siapa orang itu?"

Rena menggelengkan kepalanya.

"orang itu adalah dia..." iqbaal menunjuk ke foto anak perempuan itu.

Rena langsung terkejut dan menatap iqbaal.

"Dan anak kecil di sebelah nya adalah aku"

Rena menatap iqbaal tidak percaya.. mata rena mulai berkaca-kaca.. "benarkah itu baal? kamu ga lagi boong kan?"

"untuk apa aku boong sama orang yang aku sayang? aku tidak menyangka, orang yang selama ini aku sayang dari aku kecil, orang yang selama ini aku nantikan untuk bertemu, ternyata ada di dekat ku " iqbaal langsung memeluk rena.

"maaf ren.. maafin akuu.. aku tidak menyadari kalo kamu itu rena... maaf aku uda menyakiti hati kamu ren..." iqbaal mulai menitikan air mata nya dan erus memeluk rena dengan erat.

"hiks... aku lagi ga mimpi kan baal? ini nyata kan baal?kamu ga salah baal.. ini bukan salah kamu.. aku sayang sama kamu..." rena membalas pelukan iqbaal, rena pun juga menangis mengetahui semua kebenaran ini.

Iqbaal melepas pelukan nya perlahan dan melepas kalung nya.

"Rena..." iqbaal menggenggam tangan rena

"Cincin ini adalah cincin kita berdua... dulu waktu kecil aku pernah memberikan cincin ini pada mu... sekarang sekali lagi rena, aku berikan cincin ini padamu... kali ini ijinkan aku memintamu, mau kah kamu jadi kekasihku rena??" Iqbaal menatap rena dengan mata teduh nya yang penuh kasih. Rena tidak menyangka semua ini,, dia berharap ini semua bukan mimpi. Rena pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia.

Iqbaal senang melihat respon rena tersenyum, lalu ia menyematkan cincin tersebut ke jari manis rena.

"Thank you rena,, my princess" iqbaal mengkecup kedua tangan rena sambil tersenyum menatap rena.

Dan sekali lagi iqbaal memeluk rena. Rena sangat senang sekali.

"Thanks baal.. semoga ini bukan mimpi baal, kalo pun ini mimpi aku gamau bangun" rena menitikkan airmata bahagia nyaa

"Ini bukan mimpi kok.. kita akan selalu bersama sekarang" lalu iqbaal mengecup kening rena.

"Ren.. langit udah mulai gelap.. kita balik ke villa yuk" ajak iqbaal sambil membantu rena berdiri.

"iaa ayo... aww.. aduuhh duuh.." rena kesakitan saat rena mencoba berdiri. 

"kamu kenapa rena??" Iqbaal refleks langsung menahan badan rena

"sorry  baal kayak nya kaki aku terkilir deh karena tadi jatuh"

"ya udah sini naik ke punggung aku, aku gendong kamu sampai villa." Iqbaal lansung jongkok untuk memudahkan rena naik ke punggungnya.

Rena pun naik dan di gendong iqbaal.. lalu rey berjalan menaiki bukit tersebut dan kembali ke villa... Rena merasa nyaman berada di dekat iqbaal saat ini.

"Terima kasih baal.. I love you..." rena tersenyum sambil menyenderkan kepalanya di pundak iqbaal.

Iqbaal menengok ke belakang dan tersenyum kecil.

"i love you too,, my princess.."

Fate Of Love 3

Hari sekolah berjalan seperti biasa, terlihat rena dan iqbaal sedang duduk berdua dan berbincang di kelas. Lalu seseorang menghampiri mereka, orang itu adalah Bastian.

"Hoii baal, ren!  ciee berduaan terus lo berdua." goda bastian melihat iqbaal dan rena saat itu.

"Oi bas! Ah lo ganggu aja nih gue lagi berduaan ma rena." balas iqbaal sambil menyenggol tangan bastian. Rena mendengar itu hanya tersipu malu.

"Sorry brother.. eh gue mau ajak lo berdua jalan nih. Kan kita udah selesai ujian, so pasti bentar lagi kita libur dong.. nah gue mau ajak kalian ke puncak nginep di villa gue, gimana? mau ga?"

"Hm siapa aja yang ikut??"

"Yah ada gue pasti nya, cewe gue Thalia, dan temen-temen kita yang lain."

"Oh boleh-boleh aja si gue, tapi gatau nih anak satu." Iqbaal menyikut tangan rena

"Ah aku si ikut aja" bales rena

"Rena mah ikut aja yah asal ada iqbaal, eaaak cieehh." Bastian menggoda rena sambil mencolek dagu rena.

"Eh apaan ga gitu kali!" muka rena pun memerah mendengar godaan bastian

"alah ngaku aja deh, kalo gue ga ikut juga pasti lo gamau kaaann..??" goda iqbaal dengan mata melirik rena sambil tersenyum nakal.

"Ih udah ah, aku ga jadi ikut nih kalo di godain mulu." rena pun cemberut

"ciee betee,, iaa deh ga di godain lagii." ucap iqbaal sambil mencubit pipi rena.

"Ehem ehem, , udah ahh gue gamau jadi nyamuk, duluan yee.. jangan lupa besok ketemu di rumah gue, nanti kita ke puncak naik mobil gue aja ada supir gue yang nyetir,, byee" tutup bastian lalu  meninggalkan rena dan iqbaal di kelas.

****

Hari sabtu telah tiba. Hari ini cerah, matahari pun tidak terlalu terik. Di rumah bastian semua sudah berkumpul.

"Haii renn!" Sapa salah seorang cewe.

"Hai thalia.. ga sabar yah liburan ke puncak.. aku lom pernah nih ke sana."

"Eh ia? Wah lo pasti suka.. apalagi villa nya babas lumayan lah..", jelas thalia yaitu pacar nya bastian

"Iaa.. wih.. okee seru nih. Hihi."

"Oh iaa ren.. nih kenalin temen gue dinda sama anna."

"Haii.. dinda"

"Halo..gue anna"

"Haii.. aku rena", balas rena.

Mereka pun masuk mobil van dan berangkat ke puncak. Rena dan iqbaal duduk berdua bersebelahan. Di perjalanan iqbaal menawarkan rena untuk mendengarkan lagu bersama.

"Mau denger lagu?"

"Boleh"

Iqbaal memutar lagu ciptaan nya yang dia buat dengan gitar kesayangan dia. Rena yang mendengar lagu itu sangat terkesan karena lagu tersebut sangat bagus. Iqbaal melihat raut muka rena yang menikmati lagu nya merasa senang. Lagu itu sebenarnya dibuat iqbaal sambil memikirkan rena.

Tibalah mereka di puncak. Pemandangan di sana sangat indah, suasana yang nyaman dan sejuk, villa bastian juga terlihat nyaman untuk di tinggali walau tidak terlalu besar. Semua mulai mengangkut barang-barang bawaan dari mobil masuk ke dalam villa.

****

Setelah beres-beres barang bawaan di kamar masing-masing, rena dan iqbaal memutuskan untuk berjalan-jalan melihat pemandangan yang indah, menikmati udara yang sejuk. Mereka pun duduk di atas rumput suatu bukit.

"Hmm haaaah,, sejuknyaaa..." rena menghirup udara segar disana sambil menutup matanya.

"iaa sejuk banget udara disini, minim polusi juga ga seperti di kota penuh asap kendaraan, macet, berisik." ucap iqbaal tersenyum sambil memandangi langit.

" Betul tuh, di sini tenang rasanya damai tinggal disini." ucap rena yang masih menutup matanya.

"Yah apalagi sama kamu" balas iqbaal dan langsung menoleh ke rena. Rena pun membuka mata nya dan menatap iqbaal.

Mereka terdiam sesaat sambil bertatapan.

"A.. sama lo soal nya ada yang bisa di isengin." Iqbaal tersenyum dan mencubit pipi rena

"Yee dasarr,, kiraain aku apaa" sambil mengelus pipinya yang habis di cubit iqbaal.

"Haha.. mang lu mikir apa?? hayoo kegeeran lu yaa??" Iqbaal pun mulai menggoda rena

"Apaan gaa laah." rena pun menyikut lengan nya iqbaal. Iqbaal hanya tertawa melihat tingkah rena.

Mereka terdiam sesaat, iqbaal melanjutkan menikmati indahnya pemandangan di depan matanya.

Setelah hening beberapa lama, rena memulai pembicaraan.

"Baal.."

"ha? napa?"

"Kamu punya cewe yang kamu suka ga saat ini??"

"Hahaha,, apaan si lo tiba-tiba tanya tentang ini.." baal pun tertawa

"Yee gpp lah.. sebagai sahabat kamu kan boleh dong ak tau.."

Iqbaal pun menatap rena. Rena masih terus menatap ke depan melihat pemandangan.

"Hm yaa ada.." iqbaal kembali menatap ke depan.

"Kalo lo sendiri?? Ada?" tanya iqbaal

"Iyaa ada.."

"Oh.. siapa tuh? gue kenal ga??"

"Kamu kenal kok sama dia kok"

"Orang nya gimana? baik ga?" tanya iqbaal mulai penasaran

"Dia baik, perhatian, lucu lagi" rena menjawab sambil tersenyum

"Oo hahaha.. siapa tuh? cerita-cerita dong" iqbaal terlihat agak cemburu mungkin (?)

"Inisialnya I "

Iqbaal langsung nenatap rena.. Iqbaal berpikir apakah orang itu dia?

" Apa? kamu mikir itu kamu ya? cieeh kegeeran..hahaha" rena langsung tertawa dan memeletkan lidahnya

"Yee siapa juga yang kegeeran..enak aja" ibaal ikut tertawa.

"... kalo cowo itu kamu, gimana??"

Iqbaal menatap rena..

"Ah lo mah bercanda mulu ren.." iqbaal tertawa sambil mengacak-acak rambut rena. Tapi rena hanya menunduk saat iqbaal mengacak rambutnya. Melihat tingkah rena menarik tangan nya dari rambut rena. " Ren..? " panggil iqbaal

"Baal aku sayang sama kamu" rena masih menundukan kepalanya

Iqbaal terpaku mendengar pernyataan rena dan hanya bisa menatap rena.

Rena pun menatap iqbaal...

"Aku sayang sama kamu baal.. sejak dulu aku sudah jatuh cinta denganmu..."

Deg